USA. Departemen Kehakiman (DOJ) telah melayangkan surat panggilan juri besar kepada Federal Reserve. Ini bukan audit atas pengeluaran—ini merupakan ancaman langsung terhadap kemandirian bank sentral paling berkuasa di dunia. Dan pasar kripto, terutama Bitcoin, sudah mulai memasang taruhannya.

Apa yang Terjadi?

Pada 12 Januari, Ketua Fed Jerome Powell mengeluarkan pernyataan video darurat. Pemicunya adalah penyelidikan DOJ terhadap proyek renovasi kantor pusat Fed. Namun, masalah sesungguhnya, seperti yang disebutkan sendiri oleh Powell, adalah sesuatu yang sama sekali berbeda.

"Ini hanyalah alasan palsu," ujarnya. Menurutnya, alasan sebenarnya adalah sikap The Fed yang menolak menyerah terhadap tekanan politik (baca: dari pemerintahan Trump) mengenai suku bunga. Powell secara eksplisit menyebut tindakan DOJ sebagai "balas dendam politik."

Konflik Inti: Apakah The Fed dapat terus menetapkan kebijakan moneter berdasarkan data, atau akan ditentukan oleh politisi? Yang dipertaruhkan adalah fondasi kepercayaan terhadap dolar: kemandirian bank sentral.

Mengapa Ini Menyangkut Crypto? Pasar Sudah Menunjukkan Sikap

Pernyataan Powell datang tepat sebelum pasar global dibuka, dan reaksinya langsung terjadi:

  • Futures saham AS (S&P, Nasdaq) — turun.

  • Dolar AS (DXY) — melemah.

  • Emas dan Perak — naik.

  • Bitcoin (BTC) — melonjak mendekati $92.000, menunjukkan solidaritas dengan aset "aman".

Reaksi awal jelas: investor melihat adanya risiko terhadap sistem fiat tradisional dan mulai mengalihkan modal.

Kasus Bull untuk Bitcoin: Badai Sempurna?

  1. Krisis Kepercayaan dalam Sistem: Bitcoin diciptakan sebagai respons terhadap transparansi rendah dan politisasi keuangan tradisional. Serangan terhadap kemandirian The Fed adalah demonstrasi nyata dari teori ini. Ini memperkuat narasi Bitcoin sebagai uang yang tidak bersifat politis dan terdesentralisasi.

  2. Ancaman Pelonggaran yang Dipicu Politik (QE/Perubahan Dovish): Jika tekanan terhadap The Fed semakin meningkat, The Fed bisa dipaksa memotong suku bunga secara agresif atau memulai kembali pencetakan uang untuk mendukung ekonomi (dan tujuan politik). Likuiditas murah secara historis merupakan dorongan utama bagi aset berisiko dan langka, termasuk BTC.

  3. Lindung Nilai terhadap Fiat: Kenaikan bersama emas dan Bitcoin adalah sinyal klasik. Investor mencari aset di luar sistem tradisional, yang nilainya tidak bergantung pada keputusan yang dibuat di Washington.

Risiko Bear: Volatilitas dijamin

Tidak semuanya sederhana. Penyelidikan ini menimbulkan ketidakpastian mendalam:

  • Mode Tunggu dan Lihat: Lembaga mungkin menahan investasi besar (termasuk aliran modal ke ETF BTC) hingga nasib kepemimpinan The Fed menjadi lebih jelas.

  • Kegelisahan dan Sentimen Menghindari Risiko: Jika skandal memburuk, bisa memicu loncatan luas dari semua aset berisiko, termasuk crypto, menuju kas.

  • Kebuntuan Hukum: Penyelidikan yang berkepanjangan akan membuat pasar tetap tegang, memicu fluktuasi tajam.

Kesimpulan Akhir: Era Ketidakpastian Baru

Penyelidikan DOJ terhadap The Fed adalah peristiwa tanpa preceden. Ini mempolitikkan inti dari sistem moneter AS pada saat stabilitas keuangan global sudah rapuh.

Bitcoin dalam cerita ini bukan hanya aset spekulatif. Resiliensinya yang awal menunjukkan bahwa, bagi semakin banyak pihak, Bitcoin kini menjadi asuransi terhadap kegagalan sistem lama.

Apakah krisis legitimasi The Fed ini akan menjadi narasi utama menjelang pemotongan 2024 dan mendorong BTC ke rekor tertinggi baru, atau apakah ketidakstabilan politik terlebih dahulu akan menghancurkan semua pasar berisiko, termasuk crypto? Bagikan analisis Anda di komentar!

$BTC #FederalReserve #DOJ #Fed