@Walrus 🦭/acc

Arsitektur Walrus

Walrus membagi file-file menjadi bagian-bagian dan menyebarkannya ke berbagai node penyimpanan. Dengan cara ini, kerusakan pada satu titik tunggal dapat dicegah dan beban kerja dapat didistribusikan saat permintaan baca meningkat. Karena akses jaringan terbuka, kapasitas penyimpanan dapat diperluas sesuai permintaan.

Proses verifikasi internal jaringan didasarkan pada pemeriksaan berkala untuk memastikan bahwa data benar-benar disimpan. Node-node menjawab dengan bukti-bukti yang membuktikan kepemilikan data. Proses ini mendorong partisipasi yang jujur sambil menjaga kinerja seimbang.

Walrus mengurangi beban penyimpanan tambahan dengan menggunakan kode erasure canggih. File-file dibagi menjadi bagian-bagian yang disebut sliver dan diduplikasi dengan tingkat redundansi yang sesuai. Dengan cara ini, aksesibilitas tinggi dapat dicapai dengan jumlah salinan yang lebih sedikit tanpa risiko kehilangan data.

Skema yang dikenal sebagai Red Stuff dalam sistem ini mengoptimalkan biaya baik untuk menulis maupun membaca data. Pengguna mendapatkan akses cepat terhadap data, sementara penyedia dapat menghindari pemborosan ruang disk yang tidak perlu. Akibatnya, tercipta penempatan data yang hemat biaya dan dapat diandalkan.

Akses, Kecepatan, dan Alat yang Ramah Pengembang

Walrus menjangkau berbagai profil teknis melalui akses berbasis HTTP, CLI, dan SDK. Aplikasi dapat dengan cepat menyesuaikan proses unggah dan unduh file menggunakan integrasi yang mirip dengan infrastruktur Web2. Pendekatan ini mempersingkat proses pembelajaran.

Lapisan distribusi konten mengurangi latensi melalui caching. File-file besar pun dapat dikirim secara lancar ke pengguna akhir. Dengan demikian, kinerja konsisten dapat dicapai dalam berbagai bidang penggunaan seperti media, game, kecerdasan buatan, dan data Blockchain.

#walrus $WAL