🚨 Pembaruan Terkini: Banyak mantan pejabat tinggi Federal Reserve bersuara secara bersamaan, memperingatkan tekanan politik sedang merusak independensi bank sentral
Beberapa mantan pejabat tinggi Federal Reserve Amerika Serikat, termasuk Greenspan (Alan Greenspan), Bernanke (Ben Bernanke), dan Yellen (Janet Yellen), baru-baru ini secara langka bersuara bersama, menunjukkan kekhawatiran bahwa Trump sedang melemahkan independensi dan integritas Federal Reserve melalui ucapan keras yang cenderung 'proses hukum' serta tekanan politik. Pernyataan ini segera menarik perhatian tinggi dari pasar keuangan dan lingkungan kebijakan.
Para mantan pejabat ini berpendapat bahwa nilai inti Federal Reserve terletak pada kemandiriannya dari kepentingan politik jangka pendek, dengan menjaga stabilitas moneter dan ketertiban keuangan melalui penilaian profesional. Jika bank sentral terlibat dalam konflik partai politik, ekspektasi pasar terhadap konsistensi dan keandalan kebijakan akan terganggu, yang pada akhirnya memperbesar risiko volatilitas keuangan.
Dalam pernyataan tersebut ditekankan secara khusus bahwa sering menggunakan bahasa menyalahkan, mengancam, bahkan menyeret secara 'pertanggungjawaban' terhadap pejabat bank sentral dapat menciptakan efek chilling pada tingkat institusi, sehingga membuat pembuat kebijakan khawatir akan konsekuensi politik daripada fokus pada tujuan utama seperti inflasi, lapangan kerja, dan stabilitas keuangan.
Dari sudut pandang yang lebih luas, perdebatan ini mencerminkan ketegangan antara tata kelola politik dan ekonomi di Amerika Serikat saat ini. Lingkungan suku bunga tinggi, tekanan defisit anggaran, serta siklus pemilu yang tumpang tindih menjadikan kebijakan moneter sebagai fokus persaingan publik dan politik.
Bagi pasar, suara bersama mantan pejabat tinggi Federal Reserve sendiri merupakan sinyal penting: independensi bank sentral masih dianggap sebagai 'penstabil' dalam sistem keuangan global. Setiap tindakan yang melemahkan fondasi ini akan memicu reaksi berantai di pasar risiko seperti pasar obligasi, pasar valuta asing, bahkan aset kripto.