Bitcoin dalam Fokus: CPI, Tarif & Undang-Undang CLARITY Bisa Memicu Volatilitas
Pasaran kripto sedang mengkonsolidasikan posisi, tetapi kalender makro dan kebijakan AS yang padat minggu ini bisa memicu pergerakan tajam yang didorong berita di $BTC , $ETH , dan altcoin.
▪ Kondisi Pasar
▪ BTC mempertahankan kenaikan terbaru; ETH stabil di atas level penting
▪ Momentum terhenti sementara para pedagang menunggu katalis makro
▪ Risiko volatilitas meningkat, kejelasan tren tertunda
▪ 13 Januari — Data Inflasi CPI AS
▪ CPI tinggi → imbal hasil naik, USD menguat, aset berisiko tertekan
▪ CPI rendah → imbal hasil melandai, USD melemah, BTC biasanya mendapat dukungan
▪ CPI biasanya menentukan kerangka volatilitas, bukan tren jangka panjang
▪ 14 Januari — Putusan Tarif Mahkamah Agung
▪ Keputusan terkait tarif bisa mengubah sentimen risiko secara cepat
▪ Kekhawatiran perlambatan pertumbuhan = sentimen risk-off, aliran USD meningkat
▪ Berfungsi sebagai penguat sentimen untuk pergerakan yang didorong CPI
▪ 15 Januari — Undang-Undang CLARITY di Senat
▪ Legislasi struktur pasar kripto AS yang penting
▪ Berita positif bisa mendorong kenaikan aset utama
▪ Penundaan atau penolakan bisa melemahkan sentimen, bahkan tanpa disahkan
▪ Risiko utama: Ancaman tarif 25% oleh Trump
▪ Tarif yang diusulkan terkait perdagangan dengan Iran
▪ Pasar mungkin menghitung ketakutan sebelum detail kebijakan tersedia
▪ Siklus tarif sebelumnya memicu penurunan tajam sebelum pemulihan
▪ Dampak terhadap BTC & altcoin
▪ BTC bereaksi lebih dulu sebagai aset berisiko likuiditas tinggi
▪ Kemungkinan koreksi awal jika leverage dibersihkan
▪ Altcoin biasanya bereaksi berlebihan dalam kedua arah
▪ Catatan bagi pedagang
▪ Siapkan volatilitas cepat yang didorong berita
▪ Kurangi leverage menjelang jendela acara
▪ Lakukan perdagangan setelah terjadi break yang terkonfirmasi, bukan reaksi pertama
▪ Pantau DXY dan imbal hasil AS bersamaan dengan BTC
#Bitcoin #CryptoMarkets #ArifAlpha

