🚨 $DASH : "Axis of Kejahatan" Terbongkar — Jaringan Sekutu Rusia Mulai Retak
Perkembangan geopolitik terbaru menunjukkan bahwa jaringan rezim sekutu Rusia—yang dibangun selama puluhan tahun—semakin melemah di bawah tekanan global yang semakin besar. Perubahan besar terlihat di beberapa front:
🔻 Maduro di Venezuela Dihapus:
Pasukan AS telah menangkap Nicolás Maduro, sekutu lama Rusia di Amerika Latin, yang mengungkap keterbatasan Moskow dalam melindungi sekutu jauh. Para analis melihat ini sebagai pukulan terhadap pengaruh global Rusia dan tanda bahwa Moskow mungkin tidak akan turun tangan secara militer untuk membela Caracas di luar protes diplomatik.
🔻 Status Suriah Berubah:
Dengan rezim Bashar al-Assad yang sudah jatuh, peran Rusia sebagai aktor penengah di Timur Tengah secara signifikan berkurang. Dukungan militer sebelumnya tidak mampu mencegah jatuhnya rezim, sehingga mengikis kredibilitas Moskow sebagai pelindung yang dapat diandalkan.
🔻 Iran Menghadapi Tekanan:
Protes massal yang terus berlangsung dan ketegangan diplomatik sedang menguji stabilitas Iran—yang terbaru dari serangkaian tekanan regional. Dukungan Rusia terhadap Teheran dianggap bersifat transaksional, bukan strategis, sehingga Moskow mungkin tidak sepenuhnya berkomitmen untuk membela sekutunya di lapangan.
⚠️ Akibatnya, para kritikus berpendapat bahwa citra tradisional Kremlin sebagai kekuatan global yang mampu melindungi sekutunya sedang diuji. Moskow tampaknya fokus pada prioritas utamanya—seperti perang di Ukraina—daripada menunjukkan kekuatan di luar negeri, sehingga membuat sekutu sebelumnya semakin terbuka terhadap ancaman. (Institut Penelitian Kebijakan Luar Negeri)
Implikasi Pasar:
Perubahan seperti ini dalam dinamika kekuatan global dapat memengaruhi pasar energi, sentimen risiko, aset-aset aman seperti emas, dan arus likuiditas makro secara keseluruhan—faktor-faktor yang sering berdampak ke pasar kripto. 👀
#BinanceSquare #Geopolitics #GlobalRisk #CryptoMarkets #MacroTrends