🇺🇸Update Tarif Trump Besok | ✅️14 Januari 2026🚀
🌎 Pasar global sedang mengawasi perkembangan kebijakan perdagangan AS hari ini karena Mahkamah Agung diperkirakan akan mengeluarkan putusan atas tantangan hukum besar terhadap otoritas Presiden Trump untuk menerapkan tarif berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA). Keputusan ini bisa berdampak luas, berpotensi memengaruhi miliaran dolar dalam bea masuk yang sudah ada dan kemungkinan pengembalian dana.
🔥 Hal ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan perdagangan setelah Presiden Trump baru-baru ini mengumumkan tarif 25% terhadap setiap negara yang melakukan bisnis dengan Iran, menandakan sikap yang lebih keras seiring meningkatnya ketegangan geopolitik. Langkah ini menambah lapisan ketidakpastian pada hubungan perdagangan global yang sudah tegang.
🚨 Pendapatan tarif AS mencapai rekor $264 miliar pada tahun 2025, meskipun pengumpulan pada bulan Desember turun hampir $3 miliar dibanding bulan sebelumnya, menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutannya. Trump terus membela strategi tarif agresifnya—sering menyebut dirinya sebagai 'Tuan Tarif'—dan mengaitkannya dengan ketahanan ekonomi AS serta pasar ekuitas yang kuat. Namun, para ekonom tetap berselisih, menyoroti risiko yang terkait inflasi, biaya input yang lebih tinggi, dan gangguan rantai pasokan yang terus berlangsung.
📌 Sementara itu, Tiongkok melaporkan surplus perdagangan sebesar $1,2 triliun pada tahun 2025, menunjukkan dampak terbatas tarif terhadap mesin ekspor mereka. Dengan tarif timbal balik dan ancaman kebijakan yang masih berkembang, rantai pasok global terus beradaptasi.
👀 Semua mata kini tertuju pada putusan Mahkamah Agung, yang bisa mendefinisikan kembali masa depan otoritas perdagangan AS dan dinamika pasar global.



#MarketRebound #TariffTalks #BTC100kNext?