#Layer

๐Ÿค”๐—ง๐—ต๐—ฒ ๐—™๐—ผ๐˜‚๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐˜๐—ถ๐—ผ๐—ป ๐—ผ๐—ณ ๐—™๐˜‚๐˜๐˜‚๐—ฟ๐—ฒ ๐—•๐—น๐—ผ๐—ฐ๐—ธ๐—ฐ๐—ต๐—ฎ๐—ถ๐—ป๐˜€: ๐—” 2026 ๐—š๐˜‚๐—ถ๐—ฑ๐—ฒ ๐˜๐—ผ ๐—Ÿ๐—ฎ๐˜†๐—ฒ๐—ฟ 0..

"Layer O" dalam konteks kripto merujuk pada protokol Layer 0, infrastruktur dasar di mana blockchain Layer 1 (seperti Bitcoin atau Ethereum) dibangun. Protokol ini sangat penting untuk memungkinkan interoperabilitas dan skalabilitas antar berbagai jaringan blockchain yang otherwise terisolasi satu sama lain.

Karakteristik Utama Layer 0

Infrastruktur Dasar: Layer 0 mencakup perangkat keras, arsitektur jaringan, dan protokol komunikasi (misalnya jaringan P2P) yang memungkinkan node berinteraksi dan mencapai konsensus. Ini adalah "tulang punggung internet" bagi ekosistem blockchain.

Interoperabilitas: Tujuan utama L0 adalah memungkinkan berbagai blockchain Layer 1 berkomunikasi dan berbagi data secara mulus melalui protokol komunikasi lintas rantai (seperti protokol Komunikasi Antara Blockchain (IBC) dari Cosmos).

Skalabilitas: Dengan memungkinkan pengembang membangun blockchain khusus aplikasi (rantai sampingan atau para rantai) di atas infrastruktur L0, transaksi dipindahkan dari rantai utama, membantu menyelesaikan "trilema blockchain" dalam menyeimbangkan keamanan, desentralisasi, dan skalabilitas.

Fleksibilitas: Layer 0 menyediakan kerangka kerja (seperti Substrate dari Polkadot) yang memungkinkan pengembang merancang blockchain khusus dengan aturan dan model tata kelola mereka sendiri.

#layer #TrendingPredictions $LAYER

LAYER
LAYER
0.1632
-1.39%