Tujuan utama dari protokol penyimpanan data lengkap adalah memungkinkan penulis menyimpan data di jaringan node penyimpanan dan memungkinkan pembaca untuk membaca data tersebut secara andal bahkan jika jaringan lambat, beberapa node gagal, atau beberapa node bertindak secara Byzantine (bermalicious). Sistem beroperasi dengan (n = 3f + 1) node, di mana hingga (f) node dapat jahat, namun ketersediaan dan konsistensi tetap terjaga. Jika penulis jujur, setiap node penyimpanan yang jujur menyimpan sebagian data (shard). Bagian-bagian ini dirancang sedemikian rupa sehingga menggabungkan sejumlah terbatas bagian dapat mengembalikan data penuh, sehingga replikasi penuh tidak diperlukan dan biaya penyimpanan berkurang. Protokol ini menjamin bahwa jika dua pembaca jujur mengakses data yang sama, mereka selalu mendapatkan hasil yang sama—baik keduanya berhasil membaca data atau keduanya gagal. Setelah data berhasil disimpan, setiap pembaca jujur dapat membacanya. Model ACDS ini diadaptasi dalam protokol Walrus menggunakan komite penyimpanan dinamis berbasis epoch di mana node berputar, membuat sistem lebih aman, skalabel, dan sesuai untuk lingkungan terdesentralisasi dunia nyata.