🚀 Mengapa DeFi Merayakan Keruntuhan "Clarity Act" 🇺🇸

Dunia kripto sedang ramai! Undang-Undang Clarity (Rancangan Undang-Undang Struktur Pasar) Senat AS mengalami kendala besar minggu ini, dan secara mengejutkan, komunitas DeFi menyebutnya sebagai KEMENANGAN BESAR.

Berikut adalah penjelasan mengapa "tidak ada undang-undang" lebih baik daripada "undang-undang yang buruk":

❌ "Pil Beracun" yang menghancurkan kesepakatan:

Larangan Hadiah Stablecoin: Bank-bank tradisional berjuang keras untuk melarang hasil stablecoin, khawatir pengguna akan memindahkan semua uang mereka dari rekening tabungan ke DeFi.

Penindasan Front-End DeFi: Ketentuan baru mengancam untuk memperlakukan situs web terdesentralisasi (seperti antarmuka Uniswap) sebagai entitas keuangan yang diatur.

Pengawasan Keuangan: Para kritikus menjulukinya "Patriot Act 2.0" karena kekuatan baru yang akan memungkinkan Departemen Keuangan membekukan aset tanpa perintah pengadilan.

📉 Pukulan Besar:

CEO Coinbase Brian Armstrong secara resmi menarik dukungan, menyebut undang-undang itu "jauh lebih buruk daripada keadaan yang ada."

Lobi Perbankan (ABA) berhasil menunda pemungutan suara untuk melindungi simpanan tradisional.

💡 Sisi Positif:

Dengan undang-undang yang tidak jelas, fokus beralih ke Ketua SEC Paul Atkins, yang diharapkan lebih memilih "regulasi melalui panduan" daripada penegakan agresif yang terlihat di masa lalu.

Intinya: DeFi bertahan untuk melawan hari lain tanpa "diatur hingga punah." 🛡️

Apa pendapatmu? Apakah AS tertinggal, atau apakah komunitas DeFi benar merayakan penundaan ini? 👇

#CryptoNews #defi #Regulation #CLARITYAct #BinanceSquare