Artikel tersebut menyatakan bahwa ekonomi modern dibangun di atas 'kepercayaan', tetapi kepercayaan ini semakin rapuh karena ketergantungan pada perantara seperti bank, negara, dan perusahaan besar. Sebagai alternatif, protokol WALRUS (WAL) mengusulkan penggantian kepercayaan institusional dengan kepercayaan algoritmik, yang menjalankan ekonomi melalui aturan yang jelas, konsensus terdistribusi, dan sistem yang dapat diaudit.

WAL bukan hanya mata uang kripto, tetapi merupakan protokol koordinasi ekonomi. Ia mengurangi ketergantungan pada perantara, menurunkan biaya transaksi, dan membatasi manipulasi sistemik. Dalam model ini, nilai tidak berasal dari perintah administratif, melainkan dari konsensus, sehingga proses-proses tradisional yang tidak transparan seperti inflasi atau bantuan keuangan menjadi terbuka dan transparan.

Salah satu kontribusi utamanya adalah pelacakan nilai: setiap unit nilai menyimpan sejarah lengkap, yang membantu memerangi korupsi, mereformasi sistem perpajakan, serta mendorong pola ekonomi yang lebih efisien dan adil. Di sisi lain, WAL juga mendorong bentuk organisasi ekonomi terdesentralisasi, seperti koperasi terdesentralisasi, kontrak otomatis, dan pasar tanpa batas negara.

Secara keseluruhan, WAL mengajukan pertanyaan kunci: apakah kita harus terus mempercayai institusi, atau beralih ke sistem yang dirancang dengan cermat? Artikel ini berpendapat bahwa ekonomi abad ke-21 secara bertahap beralih ke yang terakhir.

#walrus @Walrus 🦭/acc $WAL