Silver Turun Setelah Trump Menunda Tarif Mineral Kritis
Pada 15 Januari 2026, harga perak mengalami koreksi tajam setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa sebesar 93,75 dolar AS per ons lebih awal dalam minggu ini. Penurunan ini dipicu oleh keputusan Presiden Donald Trump untuk menunda penerapan tarif luas terhadap mineral kritis, termasuk perak dan platinum.
Perkembangan Pasar Utama
Penurunan Harga: Perak turun hingga 7,3% hingga 8% dalam perdagangan yang volatil, anjlok hingga 86,25 dolar AS sebelum memulihkan sebagian dan stabil di atas 90 dolar AS.
Perubahan Kebijakan: Alih-alih tarif langsung, Trump memerintahkan pemerintah untuk melakukan negosiasi bilateral dan mengeksplorasi penggunaan "lantai harga" guna mendorong produksi domestik dan menjamin pasokan.
Penurunan Premi Risiko: Langkah ini secara signifikan mengurangi kekhawatiran akan gangguan perdagangan luas yang sebelumnya menjadi pendorong utama kenaikan harga, sehingga menghilangkan "premi risiko kebijakan" dari pasar.
Dampak Persediaan: Antisipasi tarif sebelumnya telah mendorong penimbunan besar-besaran, dengan sekitar 434 juta ons perak disimpan di gudang New York—sekitar 100 juta ons lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.
Konteks Lebih Luas dan Prospek
Volatilitas Pasar: Koreksi perak bersamaan dengan penurunan komoditas secara umum, karena tembaga dan timah juga mengalami volatilitas signifikan setelah pengumuman tersebut.
Kasus Bullish Struktural: Meskipun terjadi koreksi jangka pendek, banyak analis tetap optimistis terhadap tahun 2026, dengan alasan defisit pasokan yang terus berlanjut dan permintaan industri yang meningkat dari sektor tenaga surya dan elektronik.
Keunggulan Relatif: Bahkan dengan penurunan ini, perak tetap naik lebih dari 25% sejak awal tahun 2026. Rasio emas terhadap perak baru-baru ini mencapai level terendah sejak 2011, menunjukkan kinerja unggul perak dalam jangka panjang dibandingkan emas.
