ANALISIS DALAM
Indikator likuiditas yang menunjukkan berapa banyak pesanan beli dan jual pada berbagai level harga untuk aset kripto tertentu. Lalu, bagaimana cara menampilkan kedalaman pasar? Biasanya, data ini ditampilkan menggunakan grafik kedalaman pasar. Di satu sisi, pesanan beli (penawaran) ditampilkan, dan di sisi lain, pesanan jual (permintaan) ditampilkan terhadap level harga.
Misalnya, pertimbangkan buku pesanan Bitcoin (BTC) di bursa seperti Binance. Buku pesanan menampilkan semua penawaran dan permintaan yang sedang menunggu, beserta jumlah dan harga terkait. Jika sisi beli dalam buku pesanan jauh lebih besar dibandingkan sisi jual, ini menunjukkan minat beli yang kuat dan menunjukkan kedalaman pasar yang lebih tinggi di sisi beli. Sebaliknya, sisi jual yang tebal menunjukkan tekanan jual yang signifikan.
Pasar yang dalam dapat menyerap transaksi besar tanpa memengaruhi harga secara signifikan, memberikan stabilitas dan mengurangi volatilitas. Sebagai contoh, jika seorang investor ingin menjual 100 BTC di pasar dengan kedalaman yang dalam, harga hanya akan turun sedikit karena ada banyak pesanan beli pada berbagai level harga.
Di sisi lain, di pasar dengan kedalaman yang dangkal, jumlah pesanan beli yang tersedia untuk menyeimbangkan penjualan jauh lebih sedikit, sehingga pesanan yang sama dapat menyebabkan penurunan harga yang signifikan.
Untuk dapat menilai likuiditas pasar, memprediksi fluktuasi harga, dan menyelesaikan transaksi secara menguntungkan, investor perlu memahami kedalaman pasar dengan baik. Investor dapat melihat dan menilai data ini melalui alat seperti grafik kedalaman pasar dan indikator kedalaman pasar, yang memberi mereka kekuatan untuk membuat keputusan yang terinformasi dengan baik.
#binancesquare #MarketRebound #Binance #writetoearn
$VANA
{spot}(VANAUSDT)
$TRB
{spot}(TRBUSDT)