Saya akan memberitahumu sebuah kebenaran, mengapa sebagian besar anak-anak dari keluarga miskin tetap menjadi miskin saat dewasa?
Mari saya ceritakan sebuah kisah:
Pada tahun 1920, di India ditemukan dua gadis yang hidup di antara serigala, mereka berjalan dengan empat kaki seperti serigala, tidak bisa berbicara dengan bahasa manusia, hanya bisa mengeluarkan suara serigala, mereka memakan makanan mentah seperti serigala, kecuali penampilan mereka yang mirip manusia, kebiasaan lainnya sama dengan serigala.
Mengapa bisa begitu? Kita harus memahami cara kerja otak terlebih dahulu.
Otak kita telah berevolusi selama ratusan juta tahun dan memiliki kemampuan perhitungan yang kuat. Namun, tidak peduli seberapa kuat kemampuan perhitunganmu, kamu tetap perlu memberikan data untuk diolah.
Seperti halnya sebuah komputer, apa pun data yang kamu masukkan, itulah hasil yang akan dikeluarkan. Jika kamu ingin hasil yang berbeda, kamu harus memberikan data baru.
Bagi seorang anak yang terpaksa hidup di antara serigala karena alasan tertentu, apa yang dilihat dan didengarnya setiap hari adalah kehidupan serigala, yang berarti data yang setiap hari masuk ke dalam otaknya adalah data tentang serigala. Jadi, meskipun dia memiliki otak yang kuat seperti manusia, dia hanya bisa hidup seperti serigala.
Prinsip yang sama berlaku untuk anak-anak dari keluarga miskin karena sumber daya yang terbatas, wawasan yang terbatas, dan keterpaparan terhadap hal-hal baru yang terbatas, apa yang mereka lihat dan dengar setiap hari tidak jauh berbeda dengan generasi sebelumnya. Ini berarti tanpa data baru, otak yang sekuat apa pun tidak akan bisa memberikan hasil baru. Inilah mengapa ada pepatah yang mengatakan, anak naga akan menjadi naga, anak ayam akan menjadi ayam, dan anak tikus bisa menggali lubang.
Lalu, apa yang harus dilakukan? Bagaimana agar anak kita bisa lebih baik dari kita?
Pertama, jangan biarkan anakmu terlalu patuh, anak yang patuh hanya akan menjadi orang yang sama seperti kamu.
Kedua, ciptakan kesempatan agar anakmu bisa mengakses sebanyak mungkin data, seperti yang dikatakan pepatah: membaca ribuan buku, melakukan perjalanan ribuan mil, mengenal banyak orang, dan mendapatkan pencerahan dari orang-orang hebat. Jangan remehkan metode ini, meskipun tampaknya semua orang tahu, tetapi yang benar-benar melakukannya sangat sedikit. Perhatikan orang-orang yang berhasil menembus batasan, metode yang mereka gunakan tidak lain adalah beberapa poin ini.
Mengulangi perilaku masa lalu hanya akan mendapatkan hasil masa lalu. Jika kamu ingin mendapatkan hasil baru, kamu harus memberikan data baru ke otakmu.
Apakah kamu memberikan data baru ke otakmu setiap hari? Atau kamu menghabiskan seumur hidupmu seolah hanya hidup dalam satu hari?
