Di dunia trading atau investasi, tidak ada orang yang tidak pernah mengucapkan kalimat ini dalam hati: "Ish! Seandainya saya membeli sedikit lebih awal, berapa banyak keuntungan yang bisa saya dapatkan sekarang!"
Di pasar, melihat lilin hijau besar atau tiba-tiba harga naik adalah hal yang wajar untuk dirasakan. Tapi tahukah Anda? Rasa penyesalan kecil ini dapat menjadi pembeda antara seorang trader yang sukses dan seorang trader yang gagal. Kata "ish" inilah yang memaksa Anda untuk masuk di waktu yang salah dan pada akhirnya mencatat kerugian di akhir hari.
Mari kita ketahui, mengapa sikap ini terbentuk dan bagaimana cara melindungi diri dari hal ini.
1. FOMO dan permainan pikiran
Ketika harga koin atau saham di depan mata Anda naik dengan cepat, otak kita berhenti berpikir secara logis. Ini disebut FOMO (Fear Of Missing Out) atau ketakutan kehilangan kesempatan.
Kita merasa, "Kereta sudah berangkat, jika saya tidak membeli sekarang, saya tidak akan mendapatkan kesempatan lagi." Dari ketakutan ini, kita membeli saat harga sudah berada di puncaknya (Top). Dan setelah Anda membeli, pasar mulai melakukan koreksi. Artinya, Anda adalah orang yang membayar tagihan di akhir pesta.
2. Bahaya mengejar (Chasing) atau berlari
Mencoba naik bus yang sedang berjalan sama berbahayanya dengan berlari mengejar koin yang dipompa.
Kesalahan dari penyesalan: Ketika Anda berpikir "Seandainya saya membeli lebih awal," Anda secara tidak sadar mengabaikan kondisi pasar saat ini. Anda tidak melihat grafik atau analisis, Anda hanya melihat potensi keuntungan.
Siklus kerugian: Anda membeli di harga tinggi -> harga turun -> Anda panik dan menjual dalam kerugian -> harga naik lagi -> penyesalan kembali dimulai.
3. Apa cara untuk keluar dari jebakan ini?
Untuk menjadi trader profesional, Anda harus mengikuti tiga mantra berikut:
a) Tunggu bus berikutnya (Wait for the next bus)
Richard Branson pernah berkata, "Kesempatan dalam bisnis atau investasi mirip dengan bus, jika Anda melewatkan satu, akan ada yang lain datang setelah beberapa saat."
Pasar tidak akan pergi ke mana-mana. Hari ini Anda melewatkan Bitcoin? Besok Ethereum akan memberi kesempatan. Besok Anda juga melewatkan itu? Lusa ada altcoin lain yang akan memberi kesempatan. Melewatkan kesempatan bukan berarti kerugian, tetapi menjaga modal Anda tetap aman.
b) Kejar setup, bukan harga
Profesional tidak pernah trading saat melihat candle yang sedang bergerak cepat. Mereka menunggu harga untuk mencapai zona tertentu mereka (Support/Demand Zone). Jika harga tidak sampai di zona Anda dan naik, biarkan saja. Melepaskan juga merupakan bagian dari trading.
g) Praktikkan JOMO
FOMO berlawanan dengan JOMO (Joy Of Missing Out). Artinya, lebih baik kehilangan kesempatan untuk melakukan trading daripada kehilangan uang akibat trading yang salah. Katakan pada diri sendiri, "Syukurlah! Saya tidak kehilangan uang karena masuk di waktu yang salah, ini adalah keuntungan."
Kata terakhir
Trading bukanlah sprint, ini adalah maraton. Di sini, mereka yang bertahan adalah yang lebih mengutamakan analisis daripada emosi.
Ketika Anda merasa "Ah! Seandainya saya membeli sedikit lebih awal," segera jauhkan tangan Anda dari mouse atau tombol beli. Tarik napas dalam-dalam dan katakan pada diri Anda—"Pasar sedang menggoda saya, tetapi saya tidak akan terjebak dalam perangkap."
Ingatlah: Menyesal tidak ada gunanya, tetapi dengan bersabar, Anda bisa mendapatkan keuntungan.