Pada tahun 1696, sistem keuangan Inggris berada di ambang kehancuran. Nilai perak dalam koin lebih tinggi dari nilai nominalnya, sehingga orang-orang secara masif memangkas tepi koin, melelehkannya, dan menjualnya ke luar negeri. Selain itu, setiap sepuluh shilling adalah palsu. Untuk menyelamatkan ekonomi, pemerintah menunjuk Isaac Newton sebagai penjaga Royal Mint.
Semua orang terbiasa melihat Isaac Newton sebagai ilmuwan di kantor dengan apel dan rumus dan mengharapkan bahwa dia hanya akan menjadi jenderal pernikahan — menandatangani dokumen dan menerima gaji. Itulah yang diharapkan William Chaloner. Dia adalah 'Moriarty' pada masanya: penipu jenius yang memalsukan segalanya — dari obat mujarab dan alat pemuas hingga uang kertas dan koin. Chaloner begitu berani sehingga tampil di Parlemen sebagai ahli, menawarkan cara untuk melawan pemalsu uang (yang dipimpinnya sendiri), dan bahkan menuduh para pegawai Mint mencuri, untuk mengalihkan kecurigaan darinya.
Chaloner melakukan kesalahan fatal: dia mengira bahwa Newton adalah profesor yang pelupa, yang bahkan tidak bisa menangkap bayangannya sendiri. Dia secara publik mencemooh ilmuwan tersebut.
Isaac Newton menganggap ini sebagai tantangan pribadi. Dia menunda fisika dan berubah menjadi penyelidik, seorang detektif tanpa ampun, yang menciptakan jaringan mata-mata sendiri dan memburu penjahat di pinggiran London. Dia berpakaian sederhana dan berjalan di tavern dan tempat prostitusi terburuk di London. Dia secara pribadi menginterogasi tersangka, membeli informasi dari pelacur dan pencuri, mengorganisir bukti dengan logika yang sama yang digunakannya untuk mendeskripsikan pergerakan planet.
Ini adalah perang intelektual. Chaloner menyuap saksi, mengorganisir kampanye pencemaran nama baik terhadap Newton di pers dan bahkan mencoba menjebaknya dalam kasus suap. Tetapi Newton tidak mengenal ampun. Dia mengumpulkan ratusan kesaksian, membangun basis bukti yang tak tergoyahkan.
Akhir drama ini terjadi pada tahun 1699. Newton secara pribadi tampil di pengadilan, menghancurkan pembelaan Chaloner sampai berkeping-keping. Raja pemalsu uang, menyadari bahwa dia kalah, mulai berpura-pura gila, dan kemudian memohon kepada Newton untuk pengampunan dalam surat-suratnya: 'Oh, yang terhormat, tidak ada yang bisa menyelamatkan saya, kecuali Anda... saya akan melakukan segala sesuatu yang Anda katakan.'
Tetapi Newton, orang yang penuh logika dingin dan hukum, tidak menjawab. Chaloner digantung di tiang gantungan di Tyburn. Dan Newton melakukan 'Pencetakan Besar', memperkenalkan koin dengan tepi bergaris (berlekuk-lekuk di tepi), yang tidak bisa dipotong secara diam-diam — teknologi yang masih kita gunakan hingga sekarang. Dengan demikian, fisikawan tersebut membuktikan bahwa hukum gravitasi juga berlaku untuk penjahat: semakin tinggi Anda terbang, semakin menyakitkan saat jatuh.



#StrategyBTCPurchase #MarketRebound #BTC100kNext? #Write2Earn

