🔥 China Mengurangi 61 Miliar USD Obligasi🔥
Pada November 2025, laporan TIC Departemen Keuangan AS menunjukkan bahwa kepemilikan obligasi AS luar negeri mencapai puncak historis sebesar 9,36 triliun USD, dengan Norwegia, Arab Saudi, dan negara lainnya secara signifikan meningkatkan kepemilikan, sementara China justru mengurangi 61 miliar USD obligasi, dengan kepemilikan turun menjadi 682,6 miliar USD, mencatatkan level terendah dalam 17 tahun. Pengurangan oleh China adalah penyesuaian strategis, yang sejak 2022 mendorong diversifikasi cadangan devisa, secara berturut-turut menambah kepemilikan emas selama 14 bulan untuk mengurangi risiko aset tunggal. Dana global masih mengalir ke obligasi AS, membuktikan bahwa pengurangan oleh China bukan disebabkan oleh kepanikan.
Sebelumnya, Trump mengancam akan memecat Ketua Federal Reserve Powell, tetapi baru-baru ini sikapnya berbalik, karena terburu-buru untuk menurunkan suku bunga guna merangsang ekonomi dan mengurangi biaya utang, namun mendapat perlawanan dari Powell yang tetap berpegang pada sikap hati-hati. CPI AS pada bulan Desember mencapai 2,7%, lebih tinggi dari target Federal Reserve, memicu ketidakpuasan Trump. Namun, Dana Moneter Internasional dan Bank Sentral Eropa mendukung Powell, pasar keuangan memiliki toleransi rendah terhadap intervensi politik, ditambah keputusan FOMC yang memerlukan pemungutan suara kolektif, Trump terpaksa mengalah.
Pertarungan ini menyoroti perbedaan strategi keuangan antara China dan AS: China membangun bantalan keamanan, sementara AS terjebak dalam tarik ulur politik. Apakah de-dollarization akan dipercepat? Apakah Trump akan kembali memberikan tekanan? Jawabannya masih menunggu untuk terungkap.
$USD1 $DUSK