Anak-anak pengembara di kota itu terus bertepuk tangan dan berseru di belakangnya, anak-anak juga mulai melempar kerikil. Namun anehnya, pengemis ini tidak menghentikan atau menegur mereka yang melempar kerikil. Dengan senyuman dan mendengung pelan, ia terus berjalan dengan iramanya. Tiba-tiba, sebuah batu besar menghantam kepalanya dari arah tertentu. Ketika darah mengalir dalam garis tipis melintasi dahinya, ia berhenti. Kemudian, ia menghadap ke arah anak-anak yang melempar batu dan berkata.

Anak-anakku, jangan lempar batu besar, tetaplah bermain dengan kerikil kecil. Hanya dengan satu batu saja, kekhawatiranku lenyap. Seorang anak yang cerewet berkata sambil maju.

Tidak, anakku, tidak ada hal seperti itu. Aku ingin hobimu terus berlanjut dan pekerjaanku juga berjalan. Kerikil tidak mengeluarkan darah. Darah mulai mengalir ketika terkena batu, yang menyebabkan wudhu batal, dan tanpa wudhu aku tidak dapat sujud di hadapan Kekasihku. Di kota Qarn di Yaman, seorang derwish yang melintasi sebuah gang adalah Raja cinta dan kemabukan, Sayyidina Khawaja Uwais Qarni رضي الله عنه. Setiap kali disebutkan orang-orang yang melakukan tawaf di sekitar Ka'bah cinta, nama Sayyidina Khawaja Uwais Qarni رضي الله عنه akan selalu menjadi yang terdepan. Dalam Tazkirat al-Awliya, terdapat riwayat yang menyatakan bahwa ketika para sahabat رضي الله عنهم bertanya, Nabi Muhammad ﷺ mengatakan bahwa dengan mata batin mereka mendapatkan keberuntungan untuk melihatku, bukan dengan mata lahir.

Rasulullah ﷺ mendengar cinta yang mendalam dan perilaku pengagum dari Sayyidina Khawaja Uwais Qarni رضي الله عنه, maka beliau memuji. Dalam riwayat disebutkan bahwa Nabi Allah ﷺ kadang-kadang karena cinta yang mendalam membuka tali bajunya, menghadap ke Yaman dan berkata.

Aku tidak menemukan jiwa Yang Maha Pengasih dari arah Yaman.

Aku mencium aroma rahmat dari arah Yaman. Dialah Uwais Qarni رضي الله عنه yang berkatnya angin rahmat mengharumkan udara dari Yaman. Maka, Maulana Jami menyatakan ini dalam bentuk puisi.

Aroma kehidupan datang dari arah Yaman

Dari nafas yang menghidupkan Uwais Qarni

Wallahu a'lam bissawab. Jika ada kesalahan atau kekurangan, semoga Allah Yang Maha Suci mengampuni.

#page

#webseries