Riba… keburukan yang ketika dihias menjadi lebih berbahaya
Riba bukanlah "transaksi", tetapi pengkhianatan.
Pengkhianatan terhadap keadilan, pengkhianatan terhadap fitrah, dan pengkhianatan terhadap kepercayaan antar manusia.
Ia adalah uang yang dihasilkan dari penderitaan orang lain, dan tumbuh di atas kelemahan mereka, melampaui jerih payah mereka tanpa hak.
Riba adalah pernyataan tegas bahwa yang kuat memakan yang lemah dengan senyuman,
dan bahwa kelaparan adalah kesempatan, kebutuhan adalah perdagangan, dan rasa sakit adalah investasi.
Oleh karena itu, larangannya tidak datang dengan ringan, tetapi turun seperti petir:
Perang dari Allah dan Rasul-Nya… Apakah setelah kata ini ada keamanan?
Dalam riba, hati nurani mati sebelum saldo tumbuh.
Angka-angka menumpuk, hati kosong, dan berkah dihapus meskipun kas berisik.
Pemiliknya tidak pernah puas, karena uang yang tidak menyenangkan Allah tidak akan menyenangkan pemiliknya.
Riba merobohkan masyarakat dengan diam;
menyemai kebencian, mematahkan kepercayaan, dan mengubah manusia menjadi angka,
dan mengubah kasih sayang menjadi manfaat, serta akhlak menjadi pasal.
Demi Allah, Dia tidak melarang riba untuk memiskinkan orang,
melainkan untuk melindungi mereka dari kemiskinan yang lebih berbahaya… kemiskinan nilai.
Dia membuka pintu-pintu yang halal lebar-lebar, dan menutup satu pintu karena itu adalah pintu kezaliman.
Maka bertakwalah kepada Allah dalam hartamu,
karena harta bisa jadi saksi untukmu atau melawanmu,
dan bisa jadi jalan menuju ketenangan atau tangga menuju kebinasaan.
Dan apa yang tumbuh dari yang haram, maka api lebih berhak atasnya.#Write2Earn $BTC