Ekonom memperingatkan bahwa tarif baru yang diusulkan Presiden Donald Trump dapat mendorong ekonomi Inggris ke dalam resesi. Presiden AS telah mengancam untuk memberlakukan tarif tambahan 10% pada impor dari Inggris dan negara-negara Eropa utama jika tidak ada kesepakatan yang dicapai mengenai Greenland.
Menurut Capital Economics, tarif tersebut bisa mengurangi PDB Inggris hingga 0.75%, setara dengan sekitar £22 miliar. Dengan ekonomi Inggris saat ini tumbuh hanya 0.2–0.3% per kuartal, guncangan seperti itu dapat memicu resesi jika dampaknya dirasakan dengan cepat, meskipun mungkin akan tersebar selama beberapa kuartal.
Dalam jangka pendek, ekspor bisa sementara meningkat karena perusahaan bergegas mengirim barang sebelum tenggat waktu 1 Februari, mirip dengan lonjakan ekspor yang dipicu tarif sebelumnya.
Namun, ketidakpastian signifikan masih ada. Tidak jelas apakah tarif baru akan ditambahkan di atas yang sudah ada, produk mana yang akan terpengaruh, dan bagaimana langkah-langkah tersebut dapat mengganggu perjanjian perdagangan AS–Inggris. Legalitas tarif juga tergantung pada keputusan Mahkamah Agung AS yang masih tertunda.
Secara geopolitik, setiap langkah AS untuk merebut Greenland dapat secara serius merusak hubungan transatlantik dan NATO, berpotensi mendorong Inggris lebih dekat ke Uni Eropa dan lebih jauh dari AS. Perdana Menteri Keir Starmer telah menyerukan diskusi yang tenang, memperingatkan bahwa risiko bagi Inggris kini lebih mendesak daripada sebelumnya.
Bagi para investor, isu ini melampaui Greenland. Para analis mengatakan bahwa meningkatnya risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan dapat mengurangi investasi dan mempengaruhi mata uang, ekuitas, dan aliran modal lintas batas.
