Bank sentral India (RBI) telah mengusulkan untuk menghubungkan mata uang digital bank sentral (CBDC) negara-negara BRICS — Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan — untuk membuat pembayaran perdagangan lintas batas dan pariwisata lebih efisien.

Usulan ini siap untuk dimasukkan dalam agenda KTT BRICS 2026 yang akan diadakan India akhir tahun ini jika disetujui.

Detail Utama

Ide ini adalah untuk menghubungkan mata uang digital masing-masing anggota sehingga transaksi di antara mereka dapat dilakukan secara langsung daripada melalui sistem dolar AS, yang dapat mengurangi ketergantungan pada dolar dalam penyelesaian internasional.

Sementara anggota utama BRICS memiliki program percobaan CBDC, tidak ada yang sepenuhnya diluncurkan; menghubungkannya akan menjadi langkah bersejarah menuju interoperabilitas.

Usulan ini dibangun di atas deklarasi BRICS 2025 yang menyerukan interoperabilitas sistem pembayaran yang lebih baik di antara negara anggota.

🌍 Sudut Pandang Geopolitik

Pejabat AS telah memperingatkan bahwa langkah-langkah yang dianggap menghindari dolar dapat menarik kritik; mantan Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut aliansi BRICS sebagai “anti-Amerika.”

Mencapai keselarasan teknis dan tata kelola yang sebenarnya di antara berbagai ekonomi BRICS tetap menjadi tantangan signifikan sebelum tautan semacam itu dapat beroperasi.

📌 Apa Artinya Ini untuk Crypto

Meskipun pengumuman ini tidak berkaitan dengan token tertentu seperti $ARPA, $ROSE, atau $BERA secara langsung, interoperabilitas CBDC yang lebih besar dan inovasi penyelesaian lintas batas dapat mempengaruhi infrastruktur aset digital yang lebih luas seiring waktu — terutama di area seperti pembayaran lintas batas di mana proyek crypto sering bersaing atau berintegrasi.

Usulan seperti ini kadang-kadang memicu narasi FOMO di sekitar crypto yang berfokus pada pembayaran, tetapi penting untuk membedakan diskusi kebijakan dari adopsi atau peristiwa integrasi yang sebenarnya.$ROSE $BERA #WriteToEarnUpgrade

ARPA
ARPA
--
--