#DUSK Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan telah mengakui mengapa Amerika Serikat sangat tertarik pada Greenland, sebuah pernyataan yang menekankan pentingnya pulau tersebut dalam geopolitik global. Menurut Kirill Dmitriev, seorang utusan Rusia, Putin mengatakan bahwa dia “memahami” fokus Washington pada Greenland—menyarankan bahwa Moskow melihat wilayah tersebut bukan sebagai retorika politik, tetapi sebagai aset strategis yang krusial di Arktik.


Mengapa Greenland Penting
Greenland menempati posisi penting dalam lanskap Arktik yang cepat berubah. Karena es kutub terus menyusut, jalur laut Arktik yang baru muncul dapat mengurangi waktu pengiriman Asia–Eropa hingga 40 persen. Kontrol dan akses ke rute-rute ini dapat membentuk kembali perdagangan global dan strategi angkatan laut.
Di luar pengiriman, Greenland kaya akan sumber daya alam, termasuk mineral tanah jarang seperti neodimium dan disprosium—penting untuk elektronik canggih, sistem energi terbarukan, dan teknologi militer—serta uranium, sumber daya kunci untuk energi sipil dan aplikasi pertahanan.
Jejak Strategis AS
Amerika Serikat sudah mempertahankan kehadiran signifikan di pulau itu melalui Pangkalan Angkasa Pituffik (dulu Pangkalan Udara Thule). Instalasi ini memainkan peran penting dalam sistem peringatan dini rudal, pengawasan luar angkasa, dan pertahanan Arktik. Dalam beberapa tahun terakhir, Washington telah menjajaki cara untuk memperluas pengaruhnya di Greenland melalui kemitraan ekonomi dan kerja sama keamanan yang ditingkatkan.
Pada saat yang sama, anggota Kongres AS telah memperkenalkan undang-undang yang bertujuan untuk mencegah setiap aneksasi paksa atau transfer koersif Greenland, mencerminkan sensitifitas seputar kedaulatan dan politik aliansi.
Penolakan Tegas dari Denmark dan Greenland
Denmark dan kepemimpinan Greenland sendiri secara tegas menolak setiap gagasan untuk menjual pulau tersebut atau mengubah statusnya di bawah tekanan. Pejabat telah memperingatkan bahwa setiap langkah koersif akan sangat membebani kesatuan NATO dan dapat memicu krisis di dalam aliansi itu sendiri.
Dalam sebuah pertunjukan solidaritas, beberapa sekutu Eropa—termasuk Prancis, Jerman, Norwegia, dan Swedia—telah melakukan penyebaran militer simbolis dan latihan bersama di wilayah tersebut, menandakan bahwa keamanan Greenland adalah perhatian bersama.
Posisi Rusia
Kremlin telah mengambil sikap berhati-hati namun tegas. Juru bicara Dmitry Peskov telah menegaskan bahwa Greenland adalah wilayah kedaulatan Denmark, sambil juga mencatat bahwa persaingan antara kekuatan besar di Arktik semakin intens. Rusia, yang telah memperluas infrastruktur militer dan patroli di seluruh Arktik, memandang wilayah ini sebagai pusat strategi pertahanan dan ekonomi jangka panjangnya.
Apa Selanjutnya
Setiap langkah signifikan AS—baik diplomatik, ekonomi, atau militer—dapat secara dramatis mengubah dinamika kekuatan di Arktik. Analis memperingatkan bahwa kesalahan langkah berisiko memicu konfrontasi langka NATO-versus-NATO, sambil sekaligus mengundang keterlibatan Rusia yang lebih dalam dan mungkin juga Cina di wilayah tersebut.
Seiring dengan percepatan perubahan iklim yang meningkatkan akses dan kompetisi di Arktik, Greenland muncul sebagai salah satu bagian yang paling berharga secara strategis di papan catur global. Arktik, yang dulunya merupakan perbatasan yang membeku, dengan cepat menjadi titik fokus persaingan kekuatan besar.
Hashtags: #DUSK #FRAX #RIVER #FraxShare