Pasar keuangan global jatuh tajam setelah mantan Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif baru pada beberapa sekutu NATO di tengah perselisihan tentang Greenland. Pengumuman itu memicu reaksi risiko yang luas, mengirimkan futures saham AS dan pasar Eropa lebih rendah saat investor mengevaluasi kembali risiko geopolitik.
Dalam perdagangan awal, futures S&P 500 turun 1,8%, futures Dow Jones jatuh 1,6%, dan futures Nasdaq merosot 1,8%. Pasar Eropa mengikuti, dengan indeks utama di Paris, Frankfurt, dan London menurun lebih dari 1% untuk hari kedua berturut-turut. Penjualan tersebut mencerminkan kekhawatiran yang berkembang atas meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan mitra Eropanya.
Ketika ketidakpastian meningkat, investor beralih ke aset yang aman. Emas melonjak 3% ke rekor $4,733 per ons, sementara perak melompat lebih dari 7%. Pergerakan ini menyoroti bagaimana guncangan geopolitik sering kali mendorong modal menjauh dari ekuitas dan ke dalam aset yang dianggap lebih stabil selama periode ketegangan global.
Kekacauan ini berasal dari pengumuman Trump bahwa AS dapat memberlakukan tarif impor 10% mulai Februari pada barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia. Langkah ini dilaporkan terkait dengan penolakan negara-negara ini terhadap proposal Trump untuk membawa Greenland, sebuah wilayah otonom Denmark, di bawah kendali AS. Para pemimpin Eropa telah bereaksi keras, mempertimbangkan tarif balasan dan langkah-langkah kontra lainnya.
Meskipun reaksi pasar, beberapa analis percaya situasi mungkin akan mereda melalui negosiasi. Sementara perkembangan geopolitik tetap menjadi risiko jangka pendek yang penting, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa ancaman tarif tidak selalu diterjemahkan menjadi kebijakan yang bertahan lama. Investor kini beralih fokus ke pertemuan bank sentral yang akan datang dan data inflasi, yang akan memainkan peran penting dalam membentuk arah pasar dalam beberapa minggu mendatang.
