Bitcoin ($BTC) terjebak dalam zona akumulasi yang telah berlangsung hampir 60 hari setelah penurunan tajam pada bulan Oktober 2025. Menurut analisis historis, fase-fase mendatar serupa biasanya diakhiri dengan sebuah lonjakan harga.

Bitcoin masih belum keluar dari zona akumulasi setelah penurunan pada bulan Oktober 2025.

Setelah penurunan tajam pada bulan Oktober 2025, Bitcoin hingga kini masih belum membentuk tren naik yang jelas.

Sebaliknya, harga BTC terus berfluktuasi dalam kisaran yang sudah biasa, mencerminkan keadaan tarik-menarik di pasar.

Menurut data terbaru, Bitcoin sedang bergerak datar di kisaran 80.000 – 98.000 USD, berlangsung dari dasar bulan 11/2025 hingga sekarang.

Analis pasar James Van Straten menyatakan bahwa Bitcoin sedang mengulangi pola yang akrab yang telah muncul berkali-kali dalam siklus sebelumnya.

Secara spesifik, BTC biasanya mengakumulasi sekitar 55–62 hari setelah mencapai dasar, sebelum menembus area datar dan memasuki fase bullish baru.

Hingga saat ini, Bitcoin telah bergerak datar selama 59 hari, sangat dekat dengan kerangka waktu sejarah ini.

Akumulasi sebelumnya dan hasil akhirnya

Bulan 4/2025: Ketegangan tarif AS

Dalam konteks kontroversi terkait kebijakan pajak Presiden AS Donald Trump, Bitcoin mencapai dasar di sekitar 76.000 USD.

Setelah itu, harga berfluktuasi di kisaran 76.000 – 85.000 USD selama sekitar 52 hari sebelum melonjak ke atas.

Dari bulan 12/2023 hingga bulan 2/2024, Bitcoin bergerak datar di kisaran 40.000 – 50.000 USD selama sekitar 57 hari.

Pada bulan 3/2024, pasar menyaksikan lonjakan kuat setelah ETF Bitcoin spot resmi diluncurkan.

Setelah peristiwa runtuhnya FTX, Bitcoin mencapai dasar siklus di sekitar 15.000 USD.

Harga terakumulasi selama sekitar 62 hari, sebelum melonjak pada bulan 1/2023, membuka siklus pertumbuhan baru.

Apakah Bitcoin sedang dalam fase 'menunggu untuk menembus'?

Theo James Van Straten, konteks saat ini memiliki banyak kesamaan dengan fase sebelumnya.

Fakta bahwa Bitcoin mempertahankan area harga sempit selama hampir 60 hari menunjukkan pasar sedang mengakumulasi kekuatan, alih-alih menjual panik.

Namun, ia juga menekankan bahwa sejarah hanya bersifat referensi dan tidak menjamin skenario serupa akan terulang dalam konteks makro saat ini.

Kesimpulan

Bitcoin sedang mendekati waktu akumulasi yang sebelumnya muncul sebelum lonjakan harga besar di masa lalu.

Meskipun kemungkinan lonjakan disebutkan oleh banyak analis, pasar crypto tetap menyimpan risiko dan volatilitas yang sulit diprediksi.

Artikel ini hanya bertujuan untuk memberikan informasi, bukan saran investasi. Pembaca perlu melakukan penelitian sendiri dan mematuhi peraturan hukum Indonesia yang berlaku sebelum membuat keputusan keuangan apapun.

Sumber: Kumpulan

#MarketRebound #BTC100kNext ? #StrategyBTCPurchase