$BTC Pasar keuangan global sedang mengalihkan perhatian penuh mereka ke Tanah Matahari Terbit karena hasil Obligasi Pemerintah Jepang (JGB) 30-tahun telah melonjak menjadi 3,926%, berdiri di ambang memecahkan angka 4%. Apa sebenarnya yang terjadi di Jepang?

📊 Ikhtisar Angka Rekor

Hasil 30-Tahun: Telah mencapai kisaran 3,82% - 3,93%, level tertinggi dalam beberapa dekade.

Hasil 40-Tahun: Secara resmi menembus ambang psikologis 4,0% untuk pertama kalinya sejak awal jenis obligasi ini pada tahun 2007.

Mengapa ini terjadi?

Pertama, kita harus melihat janji Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk memotong pajak makanan dan meningkatkan pengeluaran publik. Dengan utang nasional yang sudah melebihi 250% dari PDB, tindakan ini telah memicu kekhawatiran mendalam dari investor mengenai keberlanjutan fiskal Jepang.

Selain itu, Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga kebijakannya menjadi 0,75% pada Desember 2025, level tertinggi sejak 1995. Ketika hasil JGB meningkat, strategi Yen Carry Trade mulai runtuh, memaksa investor untuk melikuidasi posisi luar negeri mereka.

Akhirnya, penjualan di Jepang telah meluas ke Obligasi Treasury AS (dengan hasil 30 tahun AS naik 7-9 basis poin) dan obligasi G7 lainnya.

Dampak pada Pasar Crypto

Selama beberapa dekade, Jepang telah menjadi sumber terbesar di dunia untuk "uang murah" karena suku bunga yang mendekati nol. Dana investasi sering meminjam Yen (JPY) untuk membeli aset berisiko dengan hasil tinggi seperti Bitcoin (BTC) dan berbagai Altcoin.

Biaya Pinjaman yang Meningkat: Karena hasil obligasi dan suku bunga di Jepang meningkat (diproyeksikan mencapai 1,0% pada pertengahan 2026), biaya pemeliharaan pinjaman ini tidak lagi murah.

Gelombang Penjualan: Untuk membayar utang dalam Yen yang menguat, institusi terpaksa menjual aset berisiko. Ini menciptakan tekanan jual yang besar di pasar crypto, yang berpotensi menyebabkan harga BTC jatuh segera setelah volatilitas hasil.

Data historis dari akhir 2024 hingga awal 2026 mengungkapkan pola yang mencolok:

Reaksi Negatif: Setiap kali BoJ memperketat kebijakan atau hasil JGB mencapai puncak baru, Bitcoin biasanya mencatat penurunan sebesar 20% hingga 30% dalam 4 hingga 6 minggu berikutnya.

Realitas Saat Ini: Selama volatilitas Januari 2026, Bitcoin segera mundur ke zona $86.000 - $91.000 setelah mendekati tonggak $100.000, didorong oleh tekanan dari pasar utang Jepang.

Menghadapi iklim risiko geopolitik saat ini, mencari aset tempat berlindung yang benar-benar aman tetap menjadi prioritas utama bagi investor. Namun, begitu stabilitas kembali, aliran modal akan berputar dengan lancar ke aset berisiko lebih tinggi seperti altcoin.

#TrumpTariffsOnEurope