#whoisnextfedchair
Siapa yang Memimpin The Fed Selanjutnya Lebih Penting Daripada yang Disadari Kebanyakan Orang
Diskusi mengenai Ketua Federal Reserve berikutnya tidak lagi sekadar menjadi berita politik — ini secara diam-diam menjadi salah satu peristiwa makro yang paling penting bagi pasar di 2026.
Masa jabatan Jerome Powell berakhir pada bulan Mei, dan waktunya tidak bisa lebih sensitif. Inflasi masih dikelola dengan hati-hati, pemotongan suku bunga sedang dibahas, dan sekarang tekanan hukum serta politik mulai muncul. Kombinasi itu sendiri membuat ketidakpastian kepemimpinan menjadi variabel pasar yang nyata.
Apa yang menarik perhatian saya bukan hanya siapa yang mungkin menggantikan Powell, tetapi bagaimana prosesnya berkembang. Ketika senator meminta catatan, ketika Mahkamah Agung meninjau batasan untuk mencopot pejabat Fed, dan ketika Gedung Putih menandakan pengumuman awal, itu memberi tahu saya bahwa independensi bank sentral sedang diuji secara langsung.
Pasar sangat peduli tentang kredibilitas. Seorang ketua yang dianggap sejalan secara politik dapat mengubah cara investor mempricing risiko inflasi, pemotongan suku bunga di masa depan, dan bahkan dolar.
Pandangan saya sederhana:
Penunjukan ini akan membentuk ekspektasi kebijakan selama bertahun-tahun, bukan bulan.
Ini bukan suara — ini adalah perubahan struktural yang patut diperhatikan dengan seksama.