JEPANG BARU SAJA MENARIK PIN — PASAR GLOBAL MEMILIKI 48 JAM
Jepang akan melakukan apa yang hampir tidak ada yang anggap mungkin.
Hari ini, Bank of Japan kembali menaikkan suku bunga — mendorong imbal hasil obligasi pemerintah ke tingkat yang belum pernah dilihat oleh sistem keuangan modern.
Ini bukan hanya acara lokal.
Ini adalah uji stres global.
Selama beberapa dekade, Jepang bertahan dengan suku bunga hampir nol.
Itu adalah dukungan hidup yang menjaga sistem tetap hidup.
Sekarang sudah hilang — dan angkanya menjadi brutal.
Inilah mengapa ini dapat merusak segalanya dengan cepat:
Jepang memegang sekitar $10 TRILIUN dalam utang, tumbuh setiap hari.
Imbal hasil yang lebih tinggi berarti:
→ Biaya layanan utang melonjak
→ Bunga menggerogoti pendapatan pemerintah
→ Fleksibilitas fiskal menghilang
Tidak ada ekonomi modern yang melewati ini dengan bersih:
→ Default
→ Restrukturisasi
→ Atau inflasi
Gelombang kejut global yang tersembunyi
Jepang juga memegang triliunan dalam aset asing:
$1T+ dalam obligasi AS
Ratusan miliar dalam saham dan obligasi global
Investasi itu masuk akal ketika imbal hasil Jepang mendekati nol.
Sekarang? Obligasi domestik akhirnya memberikan imbal hasil nyata.
Setelah lindung nilai mata uang, obligasi AS sebenarnya kehilangan uang bagi investor Jepang.
Itu bukan ketakutan — itu matematika.
Modal pulang.
Bahkan beberapa ratus miliar dolar yang kembali tidak “teratur” — itu menciptakan kekosongan likuiditas.
Kemudian datanglah detonator yang sebenarnya: perdagangan carry yen
Lebih dari $1 TRILIUN dipinjam dengan murah dalam yen dan dialokasikan ke:
→ Saham
→ Crypto
→ Pasar berkembang
Saat suku bunga Jepang naik dan yen menguat:
→ Perdagangan carry mundur
→ Panggilan margin muncul
→ Penjualan paksa dimulai
→ Korelasi menuju SATU
Semuanya terjual. Bersama-sama.
Sementara itu…
Spread imbal hasil AS-Jepang menyempit
Jepang memiliki alasan yang lebih sedikit untuk membiayai defisit AS
Biaya pinjaman AS naik
Dan BoJ mungkin belum selesai.
Kenaikan lagi?
→ Yen melonjak
→ Perdagangan carry meledak lebih keras
→ Aset berisiko merasakannya segera
Jepang tidak bisa lagi mencetak uang.
Inflasi sudah meningkat:
Cetak → Yen melemah → Impor melonjak → Tekanan domestik meningkat



