Media yang terkait dengan negara Rusia telah mulai mengakui kenyataan keuangan yang keras: selama tiga tahun terakhir, Rusia telah melikuidasi hampir 70% dari emas yang dimiliki dalam Dana Kekayaan Nasional. Kembali pada Mei 2022, dana tersebut dilaporkan mengandung sekitar 555 ton emas, tetapi pada 1 Januari 2026, angka tersebut telah jatuh menjadi sekitar 160 ton, sekarang disimpan di akun non-publik di Bank Sentral. Ini mewakili pengurangan besar dari apa yang secara tradisional dianggap sebagai jaringan pengaman keuangan terakhir suatu negara.
Hari ini, aset likuid yang tersisa dari Dana Kekayaan Nasional — terutama yuan dan emas — total sekitar 4,1 triliun rubel. Para analis memperingatkan bahwa jika harga minyak dan rubel tetap tertekan, Rusia bisa terpaksa menghabiskan hingga 60% dari apa yang tersisa hanya pada tahun 2026, yang berpotensi menguras tambahan 2,5 triliun rubel. Jika skenario itu terwujud, cadangan bisa mencapai tingkat yang sangat rendah jauh lebih cepat dari yang diharapkan banyak orang.
Ini bukan hanya kebisingan akuntansi. Penyusutan dana kedaulatan membatasi kemampuan Rusia untuk mendukung ekonominya, membiayai infrastruktur jangka panjang, memenuhi kewajiban sosial, dan mempertahankan pengeluaran pemerintah yang tinggi. Pertanyaan kunci sekarang bukanlah apakah tekanan akan meningkat—tetapi seberapa lama laju pengeluaran saat ini dapat berlanjut sebelum cadangan habis. Pasar harus memantau ini dengan cermat. ⚠️
📌 Diskusi edukatif saja. Bukan saran keuangan