Agen AI otonom tidak lagi hanya sebagai asisten, mereka sedang berkembang menjadi pengambil keputusan independen di dalam jaringan. Dari mengeksekusi perdagangan hingga mengelola posisi keuangan terdesentralisasi atau menganalisis dataset kompleks, agen AI ini beroperasi dengan pengawasan manusia yang minimal.
Munculnya kerangka kerja "AI agen" ini memungkinkan era baru aplikasi Web3 di mana otomatisasi, transparansi, dan akuntabilitas menjadi bagian dari blockchain.
Beberapa proyek yang muncul sudah mempelopori kerangka kerja agen ini. Platform seperti Virtuals Protocol memungkinkan agen AI ter-tokenisasi bertindak atas nama pengguna, sementara ekosistem yang fokus pada investasi seperti AI16Z mengeksplorasi DAO yang didorong AI. Agen yang fokus pada pasar, seperti AIxbt, dapat menganalisis pola perdagangan secara real-time, memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti tanpa intervensi manual. Contoh-contoh ini menunjukkan potensi AI terdesentralisasi untuk mengoptimalkan pengambilan keputusan di berbagai bidang seperti keuangan, permainan, pemerintahan, dan analisis data.
Ini adalah di mana OORT berperan. Ekosistem OORT menyediakan dataset yang diverifikasi manusia melalui DataHub dan pembelajaran penguatan dari umpan balik manusia (RLHF). Dataset ini sangat penting untuk melatih agen AI dalam kondisi dunia nyata, meningkatkan baik keandalan maupun adaptabilitas. Dengan memastikan agen AI belajar dari data yang akurat dan terverifikasi, OORT memperkuat fondasi untuk sistem otonom yang aman dan dapat diandalkan dalam aplikasi DeAI.
Selanjutnya, infrastruktur OORT dirancang untuk mendukung berbagai macam alur kerja AI. Dari melatih model pada pola lilin keuangan hingga tugas RLHF terdesentralisasi yang mengajarkan preferensi dan perilaku agen, platform ini memungkinkan pengembang dan peneliti untuk mempercepat inovasi sambil menjaga perilaku AI dapat diverifikasi dan transparan. Kombinasi kerangka kerja AI agenik dan dataset yang kuat serta terverifikasi menciptakan lingkungan di mana mesin dapat membuat keputusan dengan percaya diri, namun tetap dapat diaudit dan selaras dengan harapan manusia.
Seiring adopsi AI agenik terus berlanjut, sistem ini akan memainkan peran yang semakin sentral di Web3. Mereka dapat secara otonom mengelola portofolio, berinteraksi dengan kontrak pintar, mengoptimalkan sumber daya jaringan, atau bahkan berpartisipasi dalam pemerintahan sambil tetap sepenuhnya bertanggung jawab. Dengan layanan RLHF OORT, para pengembang dapat menyempurnakan agen untuk merespons kondisi pasar yang berkembang, mengenali tren, dan menghindari jebakan, semuanya tanpa mengorbankan keamanan atau transparansi.
Bagi mereka yang berpartisipasi dalam DeAI dan lanskap Web3 yang berkembang, memahami bagaimana agen AI beroperasi, bagaimana dataset seperti OORT dibangun, dan bagaimana RLHF memperbaiki perilaku sangat penting. Komponen-komponen ini bersama-sama mewakili paradigma baru: AI yang bertindak secara independen, belajar dari umpan balik manusia berkualitas tinggi, dan sepenuhnya dapat diverifikasi pada rantai.
AI Agenik dan ekosistem OORT menunjukkan bahwa generasi berikutnya dari agen otonom pada rantai tidak hanya mungkin, sudah ada di sini. Dengan menyelaraskan AI, data yang terverifikasi, dan infrastruktur terdesentralisasi, kami memasuki masa depan di mana agen yang cerdas, dapat diandalkan, dan bertanggung jawab mendorong inovasi, efisiensi, dan adopsi di seluruh DeAI dan Web3.
#DeAI #OORT #RLHF #Web3AI #AgenOtonom $XPL
