Jerman, Belanda, dan negara-negara Eropa lainnya secara historis telah menyimpan ribuan ton emas di AS, terutama di Federal Reserve Bank of New York. Setoran ini mencerminkan kepercayaan pada pengelolaan AS dan stabilitas keuangan global. Dampaknya ada dua: mereka memperkuat dominasi dolar dalam keuangan global, sambil secara tidak langsung membentuk sentimen investor di pasar kripto, yang sering bereaksi terhadap perubahan aset safe-haven seperti emas.
- Jerman: Dari total cadangannya sebanyak 3.352 ton, secara historis lebih dari 1.500 ton disimpan di AS di New York Fed. Dalam beberapa tahun terakhir, Jerman telah memulangkan banyak dari ini, tetapi masih mempertahankan sebagian di luar negeri.
- Belanda: Memiliki 612 ton emas, dengan sebagian besar yang secara historis disimpan di AS untuk likuiditas dan keamanan.
- Austria: Dengan 280 ton cadangan, Austria juga menyimpan sebagian emasnya di AS.
- Negara-negara Eropa lainnya: Prancis (2.437 ton) dan Italia (2.452 ton) secara tradisional menyimpan sebagian besar cadangan mereka secara domestik, tetapi sebagian kecil telah dipegang di luar negeri untuk diversifikasi.
Dampak pada Kanvas Keuangan Global
- Kepercayaan pada Penyimpanan di AS: Menyimpan emas di AS mencerminkan kepercayaan pada sistem keuangannya dan stabilitas geopolitiknya.
- Dominasi Dolar: Simpanan ini memperkuat peran dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia, karena cadangan emas mendukung kredibilitas moneter.
- Likuiditas & Keamanan: Bank sentral lebih memilih AS untuk akses cepat ke cadangan selama krisis, memastikan ketahanan keuangan global.

Dampak pada Pasar Kripto
- Dinamika Tempat Aman: Emas adalah lindung nilai tradisional terhadap inflasi dan risiko geopolitik. Ketika negara-negara Eropa secara jelas mengandalkan penyimpanan di AS, hal ini memperkuat persepsi emas sebagai tempat aman.
- Kripto sebagai “Emas Digital”: Bitcoin dan cryptocurrency lainnya sering naik ketika investor mencari alternatif untuk tempat aman tradisional. Jika permintaan emas meningkat, kripto mungkin mendapat manfaat dari narasi paralel tentang kelangkaan dan desentralisasi.
- Volatilitas Link: Perubahan dalam kebijakan penyimpanan emas (seperti repatriasi Jerman) dapat memicu perdebatan tentang kepercayaan pada lembaga global, secara tidak langsung memicu minat pada aset terdesentralisasi seperti kripto.


