Walrus yang paling menarik bagi saya bukanlah fitur-fitur keren yang dimilikinya, melainkan sikap keseluruhan terhadap "kegagalan". Sistem ini tidak pernah menganggap semuanya akan berjalan lancar selamanya, melainkan dengan tenang mengakui bahwa masalah pasti akan terjadi, dan fokus untuk menyelesaikan satu masalah: bagaimana membuat kesalahan dapat ditoleransi.

Misalnya, dalam pemulihan data, tujuannya bukan untuk tidak kehilangan data selamanya, melainkan untuk membuat rekonstruksi data yang hilang menjadi biaya yang sangat rendah dan proses yang dapat diprediksi. Ini memberikan perasaan yang sangat realistis—ia tidak menjanjikan kesempurnaan, tetapi menjanjikan bisa diperbaiki. Dalam jangka waktu yang lama, desain yang jujur ini sering kali lebih tahan lama daripada janji kesempurnaan.

Pikiran serupa juga tercermin dalam mekanisme pembaruan sistem: proses peningkatan yang lambat dan tersegmentasi, sehingga bahkan jika partisipasi sementara menurun, layanan tidak akan terputus. Ini terdengar tidak menggairahkan, tetapi sangat realistis.

Bahkan desain insentifnya juga demikian: yang dihargai adalah operasi yang stabil dalam jangka panjang, bukan ledakan aktif jangka pendek. Semua ini sedang mempersiapkan sistem untuk beroperasi dengan sehat dalam waktu yang panjang dan datar.

Saya telah melihat terlalu banyak sistem gagal hanya karena mengejar "situasi terbaik". Walrus memberi saya kesan bahwa ia dibangun oleh sekelompok orang yang sangat memahami bagaimana hal-hal bisa rusak—mereka tidak menghindari masalah, tetapi segera mempersiapkan ruang untuk menanggung masalah tersebut. Pragmatism ini, mungkin adalah kunci keberlanjutan. @Walrus 🦭/acc #walrus $WAL