$BANK to adalah token yang menarik. Saya memilikinya di dompet dan sebagai satu-satunya dari teknologi (setidaknya di tempat saya) menunjukkan nilai yang stabil. Siapa di belakangnya? #LorenzoProtocol . Beberapa kata tentang lembaga yang mengambil alih pemecahan BANK 😉
Selama persiapan, saya berusaha untuk menjaga ketelitian yang diperlukan. Saya mohon maaf atas semua kemungkinan kesalahan dan ketidakjelasan.
Jika Anda menyukai konten saya, silakan beri jempol ke atas, bagikan atau seperti yang dikatakan Andrzej Sapkowski: "Berikan koin kepada Witcher".
I. Nama dan bentuk hukum
Lorenzo Protocol
Proyek ini berfungsi sebagai protokol DeFi + AI, dikembangkan oleh tim pengembang yang bekerja dalam model Web3-native
Tidak ada yayasan klasik seperti Foundation (Zug / Cayman)
Model: pengembangan berorientasi DAO (sebagian keputusan token-governance)
📌 Kesimpulan institusional:
Ini bukan lagi 'institusi berat' dalam gaya DFINITY / Solana Foundation, tetapi lebih merupakan protokol startup dengan ambisi menjadi lapisan keuangan AI.
II. Kantor pusat dan yurisdiksi
Tidak ada satu, kantor pusat yang secara resmi diekspos
Tim terdistribusi (tipikal Web3)
Operasional: Asia + global (devs, AI, DeFi)
📌 Signifikansi praktis: fleksibilitas regulasi, yaitu tidak adanya yurisdiksi yang ketat = lebih besar risiko hukum bagi investor institusi
III. Sumber pendanaan
Private seed / pendukung awal (crypto-native)
Tidak ada VC Tier-1 klasik (saat ini)
Pendanaan pengembangan sebagian besar melalui:
tokenomics (emisi BANK),
insentivisasi (staking / yield / penggunaan AI)
📌 Kesimpulan:
Proyek ini bukan pemborosan VC, tetapi juga belum memiliki 'stempel' a16z / Paradigm / Sequoia.
IV. Tujuan dan gagasan penciptaan token BANK
a) Token BANK harus berfungsi sebagai:
🔹 lapisan keuangan untuk DeFi yang didorong AI
🔹 token utilitas (staking, governance, biaya)
🔹 mekanisme alokasi modal untuk strategi AI (gudang, yield, automasi)
BANK ≠ meme
BANK ≠ L1
BANK = token utilitas AI-DeFi
📌 Ini penting:
BANK tidak bersaing langsung dengan $ICP atau $0G , hanya beroperasi 'lantai lebih tinggi' – dalam keuangan.
b) Penerima saat ini (de facto)
Lorenzo Protocol tidak bekerja hari ini untuk perusahaan klasik, hanya untuk:
Pengguna DeFi yang canggih:
dana crypto-native (micro / family offices),
pengguna aktif yang mengelola portofolio DeFi,
treasury DAO.
Proyek AI / DeFi sebagai lapisan perantara:
protokol yang mencari:
automasi yield,
rebalancing yang didorong AI,
gudang yang siap.
Modal spekulatif 'AI alpha'
investor yang memainkan narasi AI + DeFi,
dompet dengan risiko tinggi / upside tinggi.
📌 Kesimpulan:
Lorenzo bukan B2C dan bukan enterprise.
Ini B2P (Business-to-Protocol) + B2Advanced Capital.
V. Reputasi pasar
Positif:
Narasi AI-DeFi konsisten dan fashionable
Secara teknis proyek ini 'masuk akal'
Semakin sering muncul dalam keranjang AI-alpha
Risiko reputasi:
Proyek muda
Tidak ada audit dari Nama Besar (saat ini)
Pengakuan rendah di luar Twitter / Crypto-X
📌 Status reputasi:
🟡 'Menjanjikan, tetapi diverifikasi oleh pasar'
🏢 Bagaimana Lorenzo dipandang oleh Big Tech?
a) Secara resmi
❌ tidak ada kemitraan dengan Big Tech (Google, MS, Amazon, Nvidia)
❌ tidak ada integrasi publik enterprise
b) Secara tidak resmi / faktual
Big Tech tidak mengabaikan, tetapi juga tidak masuk:
Mengapa?
AI + DeFi = area regulasi radioaktif
Big Tech:
mengamati,
menganalisis model,
tidak ingin risiko hukum.
📌 Status:
🟡 'Eksperimen menarik, belum aman untuk enterprise'
IV. Proses hukum / regulasi
❌ Tidak ada proses hukum yang dikenal
❌ Tidak ada konflik regulator-proyek
⚠️ Potensi risiko: AI + DeFi = hotspot regulasi masa depan
VII. Apakah mereka menciptakan sesuatu di luar BANK?
Ya – BANK adalah bagian dari ekosistem yang lebih luas:
gudang yang didorong AI
strategi optimisasi yield
automasi keputusan keuangan
infrastruktur untuk integrasi dengan token AI lainnya
📌 Ini bukan 'permainan token tunggal'.
VIII. Gagasan untuk pengembangan lebih lanjut (roadmap logis, bukan pemasaran)
a) Strategi pengembangan – apa yang sebenarnya mereka ingin bangun?
Tujuan jangka panjang mereka bukan token BANK.
Token adalah alat, bukan produk akhir.
🔹 Arah 1: AI sebagai 'pengelola modal'
AI memutuskan:
di mana mengalokasikan dana,
kapan keluar dari posisi,
bagaimana menyeimbangkan risiko vs yield.
BANK = bahan bakar + governance + lapisan biaya.
➡️ Ambisi: manajer aset AI on-chain.
🔹 Arah 2: Infrastruktur modular
Lorenzo ingin menjadi:
layer plug-and-play untuk:
protokol lainnya,
DAO treasury,
agen AI masa depan.
Mereka tidak bersaing dengan:
L1 (seperti ICP),
infra AI (seperti 0G).
📌 Mereka ingin menjadi lapisan keputusan dalam keuangan.
🔹 Arah 3: Tokenisasi 'strategi', tidak hanya aset
Ini penting dan jarang ditangkap:
tidak men-tokenisasi BTC / ETH,
men-tokenisasi strategi investasi yang dikendalikan oleh AI.
➡️ Ini adalah tingkat abstraksi keuangan, yang dipahami Big Tech… tetapi belum disentuh.