The Federal Reserve secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, menjadikan konferensi pers pasca-rapat Ketua Jerome Powell sebagai fokus utama bagi pasar. Investor akan mengamati dengan cermat sinyal tentang apakah jeda dalam pemotongan suku bunga mencerminkan sikap hawkish yang didorong oleh risiko inflasi yang persisten, atau jeda dovish yang membuka pintu untuk pelonggaran di kemudian hari tahun ini.
Sementara keputusan suku bunga itu sendiri sebagian besar sudah diperkirakan, nada Powell bisa secara signifikan mempengaruhi dolar AS, ekuitas, dan pasar kripto. Pesan hawkish dapat meredakan ekspektasi untuk pemotongan jangka pendek dan menekan aset berisiko, sementara kecenderungan dovish — terutama jika didukung oleh pejabat Fed yang berbeda pendapat — dapat mengangkat saham dan bitcoin.
Powell juga mungkin akan membahas dampak ekonomi dari langkah-langkah perumahan yang berfokus pada keterjangkauan oleh Tổng thống Donald Trump, termasuk pembelian obligasi hipotek dalam skala besar dan pembatasan pada pembeli rumah institusional. Beberapa analis memperingatkan bahwa langkah-langkah ini dapat meningkatkan permintaan perumahan jangka pendek dan menambah tekanan inflasi.
Perhatian tambahan mungkin akan tertuju pada risiko inflasi terkait perdagangan, volatilitas pasar obligasi, dan ketegangan politik seputar independensi Fed. Bahkan pergeseran halus dalam bahasa Powell kemungkinan akan memicu volatilitas pasar di seluruh kelas aset.