Harga tembaga menarik perhatian yang signifikan pada 2026 karena perkiraan kekurangan global yang didorong oleh meningkatnya permintaan dari kendaraan listrik dan pusat data AI. Menurut NS3.AI, para ahli memperkirakan defisit 10 juta ton pada 2040, yang diperburuk oleh kendala pasokan. Asia diperkirakan akan menyumbang 60% dari pertumbuhan permintaan. Analis menunjukkan bahwa harga tembaga bisa berpotensi dua kali lipat di masa depan jika mereka berhasil keluar dari saluran kenaikan jangka panjang.