Pada 27 Januari 2026, dolar AS telah mencapai level terendah dalam hampir empat tahun, dengan Indeks Spot Dolar Bloomberg jatuh ke titik terlemahnya sejak Maret 2022. Penurunan ini mencerminkan pergeseran tajam dalam sentimen global yang dipicu oleh risiko politik domestik dan dinamika moneter internasional yang berubah.

Status Pasar Saat Ini

Kinerja: Indeks dolar (DXY) telah menurun menjadi sekitar 96,16–96,2, menandai penurunan lebih dari 10% dalam 12 bulan terakhir.

Mata Uang Sejawat: Kelemahan dolar telah memicu lonjakan di mata uang utama lainnya. Euro mencapai level tertinggi sejak Juni 2021 ($1,20), dan Pound Inggris naik ke level tertinggi sejak Oktober 2021 ($1,38).

Tempat Aman: Investor melarikan diri dari dolar untuk aset alternatif, dengan harga emas mencapai rekor tertinggi saat dolar merosot.

Penggerak Utama Penurunan

Independensi Federal Reserve: Spekulasi yang berkembang bahwa Presiden Donald Trump mungkin mengganti Ketua Fed Jerome Powell dengan kandidat yang lebih "dovish" saat masa jabatannya berakhir pada Mei telah menciptakan "diskon kredibilitas" untuk dolar.

Risiko Kebijakan: Kebijakan Washington yang tidak dapat diprediksi, termasuk ancaman tarif universal dan proposal diplomatik yang tidak biasa (seperti pengambilalihan Greenland), telah merusak kepercayaan investor.

Intervensi Yen: Laporan bahwa Federal Reserve New York melakukan "pemeriksaan suku bunga" pada nilai tukar dolar/yen memicu kekhawatiran tentang intervensi mata uang bersama antara AS dan Jepang untuk secara aktif menurunkan dolar.

Kekhawatiran Fiskal: Defisit anggaran yang semakin besar dan kekhawatiran akan kemungkinan penutupan pemerintah terkait paket pendanaan senilai $1,2 triliun semakin membebani mata uang.

Tinjauan untuk 2026

Kelemahan Berkelanjutan: Lembaga keuangan seperti Morgan Stanley dan J.P. Morgan memprediksi penurunan bertahap lebih lanjut hingga 2026 saat suku bunga AS jatuh untuk mencocokkan rekan-rekan global.

Penurunan Ekonomi: Proyeksi menunjukkan pertumbuhan AS mungkin melambat menjadi 1,0% pada 2026, yang dapat menyebabkan pemotongan suku bunga oleh Fed hingga serendah 2,5% pada akhir tahun.

#USDOLLAR #forexmarkets #FederalReserve #globaleconomy #CurrencyTrading