Hari ini saya membaca sebuah artikel yang mengajukan pandangan yang sangat mengguncang, bahwa agen (Agent) × mata uang kripto (Crypto) akan melahirkan "kelas dewa manusia".
Dikatakan bahwa agen bukanlah alat, melainkan "perwujudan digital" yang memiliki kemampuan perdagangan independen. Sifat regulasi uang fiat membatasi perdagangan mandiri agen, sementara karakteristik desentralisasi mata uang kripto adalah darah finansial alaminya. Ini akan mengakibatkan "dua dunia bisnis" yang berdampingan: dunia yang stabil dengan manusia + uang fiat sebagai inti (seperti China yang fokus pada transformasi produktivitas), dan dunia liar dengan agen + mata uang kripto sebagai inti (di luar negeri yang fokus pada perubahan hubungan produksi).
Pemisahan kelas dalam masyarakat di masa depan tidak lagi hanya didasarkan pada modal, tetapi juga pada "kemampuan mengendalikan banyak perwujudan". Mereka yang memiliki ide unik dan dapat mengendalikan banyak perwujudan agen akan menjadi "dewa manusia", mewujudkan monopoli sumber daya dan nilai secara eksponensial; sementara mereka yang kekurangan ide dan hanya mengandalkan kerja fisik akan terpuruk menjadi "manusia biasa".