Di tengah malam yang sudah larut, kamar kecil di lantai dua rumah itu masih terang benderang. Lampu meja kuning hangat menyinari wajah cowok berusia 20-an yang duduk membungkuk di depan laptop tua kesayangannya. Kursi gaming yang sudah agak miring ke kiri itu jadi saksi bisu malam-malamnya.

Di layar ada empat chart candlestick berjejer: BTC/USD, ETH/USD, SOL/USD, sama satu altcoin kecil yang market cap-nya cuma seujung kuku. Semuanya timeframe 5 menit dan 15 menit — pure scalping & short-term swing. Background kuning polkadot penuh coretan post-it kecil bertulisan tangan:

- "JANGAN FOMO LAGI GOBLOK"

- "RR minimal 1:2.5"

- "cut loss = cut loss, bukan doa"

- "liat volume dulu bego"

Matanya merah, tapi pupilnya membesar tiap ada candle merah panjang muncul. Jari tangan kanan siap di atas tombol sell, tangan kiri pegang mouse sambil jempolnya mainin scroll wheel naik-turun kayak orang gelisah. Napasnya agak cepat tiap harga mendekati level resistance yang dia tandain tebal pakai garis merah.

Tiba-tiba muncul rejection candle + volume spike.

Dia langsung bergumam pelan sambil nyengir tipis:

“Akhirnya lo keliatan juga muka jelek lo…”

Klik.

Short position masuk.

Leverage ×8.

Posisi kecil dulu, tes air — seperti biasa.

Layar langsung menunjukkan PNL hijau tipis +12 USD.

Tapi dia nggak senyum lebar. Masih tegang.

Sudah terlalu sering dibohongi fakeout.

Dia mundurkan badan sebentar, selonjoran kaki di bawah meja, tarik napas dalam, lalu ngomong sendiri lagi:

“Turun pelan-pelan aja bro… jangan buru-buru… kasih gue 300–400 pip dulu baru gue ambil profit…”

Di luar jendela, bulan masih nongkrong malas-malasan.

Anak itu? Masih duduk di situ.

Belum tidur.

Belum menyerah.

Dan mungkin… belum untung besar juga malam ini.

Tapi dia tetap stay.

Karena di dunia trading persi pendek ini, yang paling berbahaya bukan market-nya… tapi anak yang tiba-tiba merasa “udah ngerti semuanya”. 😭📉

$BTC

BTC
BTC
84,161.42
-6.18%

$ETH

ETH
ETH
2,800.63
-7.46%

$BNB

BNB
BNB
861.74
-4.89%