#USIranStandoff 13 situs
Pada akhir Januari 2026, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat telah mencapai tingkat kritis akibat ultimatum dari Presiden Donald Trump dan penempatan pasukan militer di wilayah tersebut.
Keadaan Konflik Saat Ini (Januari 2026)
Ultimatum AS: Donald Trump mengumumkan kepada Iran bahwa waktu semakin habis untuk merundingkan "kesepakatan nuklir yang adil." Dia mengancam akan melakukan serangan militer yang "jauh lebih buruk" daripada Operasi Midnight Hammer, sebuah ofensif udara yang dilakukan beberapa bulan sebelumnya (Juni 2025) terhadap fasilitas nuklir Iran.
Pengerahan Militer: Washington mengirim "armada besar" dan kelompok serangan kapal induk ke Laut Arab dan Teluk Persia sebagai taktik tekanan.
Posisi Iran: Pemerintah Iran menyatakan dirinya dalam "keadaan siap untuk perang." Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan bahwa Iran akan merespons "secara luar biasa" terhadap segala agresi, meskipun dia telah melakukan perjalanan ke Turki untuk mencari mediasi guna menghindari konflik.
Konteks internal di Iran: Negara ini telah menghadapi protes besar sejak awal Januari 2026, yang telah meningkatkan ketidakstabilan internal dan memicu retorika agresif rezim untuk mempertahankan kontrol.
Poin-poin kunci ketegangan:
Program Nuklir: Setelah serangan 2025, AS menuntut pembongkaran total kemampuan nuklir Iran, sementara Iran mempertahankan bahwa programnya damai dan menuntut jaminan untuk setiap negosiasi.
Latihan Angkatan Laut: Iran telah mengumumkan latihan tembak langsung di Selat Hormuz untuk 1 Februari 2026, yang mengancam untuk memblokir salah satu rute pengiriman minyak terpenting di dunia.
Mediasi Internasional: Turki berusaha mengatur konferensi video antara Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk meredakan ketegangan. #TRUMP #EEUUvsIRAN