AS telah secara signifikan meningkatkan kehadiran militer di Timur Tengah, termasuk kapal induk dan kapal perusak, untuk menekan Iran terkait program nuklirnya dan kegiatan regional.

Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan Iran untuk setuju dengan kesepakatan nuklir baru yang mencegah pengembangan senjata nuklir atau menghadapi kemungkinan tindakan militer.

Posisi Iran

Kepemimpinan Iran dengan tegas menolak negosiasi di bawah ancaman, dengan mengatakan bahwa diplomasi harus didasarkan pada saling menghormati dan tanpa paksaan.

Teheran bersikeras bahwa mereka siap untuk kesepakatan nuklir yang adil dan setara yang berfokus pada teknologi damai, tetapi akan dengan gigih melawan setiap serangan dari AS.

Ketegangan yang Lebih Luas

Pertikaian mengenai program nuklir Iran terkait dengan isu yang lebih luas — sanksi, rudal balistik Iran, dan pengaruh regional (termasuk kelompok proksi).

AS dan sekutunya telah melabeli Korps Pengawal Revolusi Iran sebagai organisasi teroris, semakin meningkatkan tekanan politik.

Konteks Diplomatik dan Regional

Menteri luar negeri Iran sedang melibatkan mitra regional (misalnya, Turki) karena ketegangan tetap tinggi.

Pembicaraan tidak langsung sebelumnya (misalnya, di Oman) menunjukkan beberapa kemungkinan keterlibatan — tetapi pembicaraan telah terhenti di tengah ketegangan saat ini.

Intinya:

AS mendorong Iran menuju kesepakatan nuklir yang lebih ketat dan pembatasan regional yang lebih luas. Iran menolak tekanan ini, menolak pembicaraan di bawah ancaman militer sambil menunjukkan keterbukaan untuk kesepakatan yang adil — sebuah kebuntuan yang membuat Timur Tengah tetap tegang.

#USIranStandoff #ZAMAPreTGESale #FedHoldsRates #GoldOnTheRise #levelsabovemagical

$SENT

SENTBSC
SENT
0.04134
+7.74%

$ROSE

ROSE
ROSE
0.01871
-16.95%

$GUN

GUN
GUN
0.02981
-1.65%