Sebuah penyesuaian besar dalam hubungan keuangan transatlantik sedang terbentuk saat Jerman bergerak untuk membawa pulang sebagian besar cadangan emasnya yang saat ini disimpan di Amerika Serikat. Para pembuat undang-undang Jerman dan kelompok-kelompok berpengaruh, termasuk Federasi Pembayar Pajak Jerman, menyerukan repatriasi segera 1.120 ton emas—sekitar sepertiga dari total cadangan negara—yang disimpan di Bank Federal Reserve New York.
Dorongan ini dipicu oleh kekhawatiran yang meningkat di Berlin atas kebijakan Presiden Donald Trump yang semakin tidak dapat diprediksi dan konfrontatif. Para kritikus menunjuk khususnya pada ancaman terbarunya untuk memberlakukan tarif tinggi pada sekutu-sekutu Eropa di tengah sengketa Greenland, berargumen bahwa tindakan semacam itu telah merusak kepercayaan terhadap Washington sebagai mitra yang stabil dan dapat diandalkan. Tokoh-tokoh terkemuka, termasuk anggota Parlemen Eropa Markus Ferber, telah memperingatkan bahwa Amerika Serikat tidak lagi dapat diasumsikan bertindak netral, meningkatkan kekhawatiran bahwa cadangan emas yang dimiliki asing dapat dimanfaatkan atau "ditangani secara kreatif" untuk melayani kepentingan politik AS.
Meskipun Bundesbank telah lama mempertahankan bahwa Federal Reserve New York tetap sebagai penjaga yang aman dan dapat diandalkan, lingkungan geopolitik yang lebih luas telah berubah. Konflik perdagangan yang meningkat, kekhawatiran atas meningkatnya "senjata" dolar AS, dan ketidakpastian strategis yang meningkat telah memperkuat seruan untuk mendiversifikasi penyimpanan cadangan dan memastikan bahwa aset keuangan Jerman yang paling kritis dilindungi secara fisik di tanahnya sendiri.