BRICS Menyusun Jalur untuk Sistem Pembayaran Global Baru untuk Menantang Dominasi Dolar
Negara-negara BRICS sedang membuat kemajuan konkret pada sistem pembayaran global baru, umumnya disebut sebagai BRICS Pay atau Jembatan BRICS, yang dirancang untuk memfasilitasi perdagangan dalam mata uang lokal dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan infrastruktur keuangan yang dikuasai Barat seperti jaringan SWIFT.
Sistem ini masih dalam tahap awal, dengan uji coba dan laporan teknis yang akan dipresentasikan pada tahun 2024 dan 2025. Penerapan operasional yang lebih luas diharapkan dapat dilakukan pada akhir 2026.
Motivasi: Pendorong utama adalah keinginan untuk kedaulatan finansial dan cara untuk menghindari sanksi potensial, seperti yang ditunjukkan oleh peristiwa seperti pembekuan cadangan Rusia.
Struktur: Rencana saat ini berfokus pada penciptaan platform yang dapat dioperasikan bersama yang menghubungkan sistem pembayaran nasional yang ada dan mata uang digital bank sentral (CBDC), daripada satu mata uang BRICS tunggal.
Kemajuan: Prototipe teknis telah didemonstrasikan di Moskow pada bulan Oktober 2024, dan Bank Cadangan India (RBI) telah mengusulkan untuk menghubungkan CBDC nasional sebagai item kunci dalam agenda KTT BRICS 2026.
Implementasi: Pengembangan diharapkan berlangsung secara bertahap, memanfaatkan pengaturan bilateral yang ada (seperti tautan antara UPI India dan IPP UEA) sebelum memperluas menjadi jaringan multilateral penuh.
Tantangan: Inisiatif ini menghadapi hambatan yang signifikan, termasuk peraturan nasional yang berbeda, kebutuhan akan protokol yang distandarisasi, dan likuiditas serta kepercayaan yang besar yang terkait dengan dolar AS dan SWIFT.
#BRICS #BricsPay #dollar #GlobalFinance #CBDC