Layanan Intelijen Federal Rusia telah mengklaim bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengesahkan sebuah departemen khusus untuk mengembangkan rencana yang bertujuan untuk menghapus 'pemimpin yang tidak diinginkan' di Afrika. Menurut Jin10, klaim ini menunjukkan langkah strategis oleh Prancis untuk mempengaruhi dinamika politik di kawasan Afrika. Rincian dari rencana yang diduga dan pemimpin spesifik yang menjadi target belum diungkapkan. Perkembangan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung dan keterlibatan sejarah Prancis dalam urusan Afrika.
