Pada 2 Februari, menurut Jin10, Francesco Pesole dari ING menyatakan dalam sebuah laporan bahwa kekuatan euro baru-baru ini tidak mungkin mendorong Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde untuk mengubah sikapnya terhadap nilai tukar selama pertemuan Kamis. Lagarde telah berulang kali menekankan bahwa ECB tidak menargetkan nilai tukar tetapi memantau pergerakan euro karena dampaknya terhadap inflasi. Pesole mencatat bahwa penurunan euro baru-baru ini di bawah 1,20 terhadap dolar mungkin telah meredakan kekhawatiran para pembuat kebijakan. Namun, pasar saat ini belum mempertimbangkan risiko ECB menyatakan ketidakpuasan terhadap kekuatan euro. Jika ECB memang menyoroti kekhawatiran mengenai euro yang kuat, itu bisa menyebabkan penurunan nilai mata uang.
