Pada 3 Februari, investor legendaris Ray Dalio mengeluarkan peringatan tentang dunia yang berada di ambang perang modal akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar yang meningkat. Menurut BlockBeats, perang modal melibatkan penggunaan dana sebagai senjata, di mana negara-negara terlibat dalam manuver strategis seperti embargo perdagangan, membatasi akses ke pasar modal, dan memanfaatkan kepemilikan utang.

Meskipun terjadi penjualan besar-besaran di logam mulia yang mengarah pada penurunan yang luas, Dalio menekankan bahwa emas tetap menjadi pilihan optimal untuk menyimpan kekayaan di iklim saat ini. Ia menyarankan agar bank sentral, pemerintah, atau dana kekayaan sovereign mempertimbangkan proporsi emas dalam portofolio investasi mereka dan mempertahankan alokasi tetap. Emas berfungsi sebagai alat yang efektif untuk mendiversifikasi risiko terhadap kelas aset lain yang berkinerja buruk.

Dalio lebih lanjut menjelaskan bahwa kemampuan emas untuk mendiversifikasi risiko menjadikannya sangat berharga selama penurunan ekonomi dan krisis, sementara kinerjanya mungkin tertekan selama periode pertumbuhan ekonomi. Namun, ini tetap menjadi alat diversifikasi risiko yang dapat diandalkan. Dia menekankan pentingnya membangun portofolio investasi yang terdiversifikasi dengan baik.