Pasar cryptocurrency, dan khususnya Bitcoin, telah menjadi fokus intens volatilitas dan spekulasi. Pada 4 Februari 2026, situasinya tidak berbeda, dengan Bitcoin menghadapi tekanan signifikan yang menyebabkan penurunan yang mencolok. Artikel ini mengeksplorasi pergerakan harga Bitcoin baru-baru ini, faktor-faktor yang mendasari fluktuasi tersebut, dan prospek untuk masa depan yang dekat.
Cenário Aktuel Harga BitcoinPada tanggal 4 Februari 2026, harga Bitcoin telah diperdagangkan di kisaran $72.000 hingga $76.000 USD. Kisaran ini mencerminkan penurunan yang cukup signifikan dibandingkan dengan awal Januari 2026, ketika Bitcoin diperdagangkan sekitar $90.000 USD [1]. Cryptocurrency ini pernah jatuh di bawah $73.000, menandai level terendahnya sejak November 2024 [2].
Faktor di Balik Volatilitas Baru-baru ini
penurunan harga Bitcoin yang baru-baru ini dapat dikaitkan dengan kombinasi faktor. Sebuah "crypto rout" (runtuhnya crypto) melanda pasar, mengakibatkan penghapusan hampir setengah triliun dolar dalam waktu kurang dari seminggu [3]. Volatilitas ekstrem ini menyebabkan sekitar $2,5 miliar dalam likuidasi Bitcoin [4]. Di antara faktor eksternal yang berkontribusi terhadap tekanan penurunan ini, mencolok adalah penurunan di sektor teknologi AS, khususnya di perusahaan perangkat lunak dan kecerdasan buatan, serta ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global [5].
Adopsi Institusional dan Prospek Meskipun gejolak baru-baru ini, adopsi institusional Bitcoin tetap menjadi tema yang kuat. Kejelasan regulasi, didorong oleh perkembangan seperti ETF Bitcoin dan regulasi MiCA (Markets in Crypto-Assets) di Eropa, telah menjadi katalisator untuk minat institusional [6]. Prospek untuk Bitcoin pada 2026 bervariasi. Beberapa analis tetap optimis, memprediksi bahwa Bitcoin dapat mencapai $100.000 pada tahun 2026, mengutip adopsi yang semakin meningkat sebagai mata uang legal di negara-negara tertentu, investasi institusional dalam ETF baru, dan minat yang berkembang dalam pembangunan infrastruktur [7]. Di sisi lain, penurunan baru-baru ini menghidupkan kembali kekhawatiran akan siklus penurunan empat tahun, meskipun analis dari K33 berpendapat bahwa penurunan 80% seperti sebelumnya tidak mungkin terjadi [8]. Tren untuk 2026 juga mencakup pertumbuhan tokenisasi aset dan integrasi institusional yang lebih besar, dengan banyak analis memprediksi tema yang sangat optimis untuk tahun tersebut [9] [10].
Kesimpulan Pasar Bitcoin pada 4 Februari 2026 ditandai oleh volatilitas yang mencolok, didorong oleh faktor makroekonomi dan sektor teknologi. Namun, adopsi institusional yang terus meningkat dan kejelasan regulasi tetap memberikan dasar untuk optimisme jangka panjang. Masa depan Bitcoin tetap menjadi topik perdebatan, tetapi ketahanan dan minat yang berkelanjutan dari investor ritel dan institusional menunjukkan bahwa ia akan terus menjadi kekuatan dominan di lanskap keuangan global.
Kesimpulan
Pasar Bitcoin pada 4 Februari 2026 ditandai oleh volatilitas yang mencolok, didorong oleh faktor makroekonomi dan sektor teknologi. Namun, adopsi institusional yang terus meningkat dan kejelasan regulasi tetap memberikan dasar untuk optimisme jangka panjang. Masa depan Bitcoin tetap menjadi topik perdebatan, tetapi ketahanan dan minat yang berkelanjutan dari investor ritel dan institusional menunjukkan bahwa ia akan terus menjadi kekuatan dominan di lanskap keuangan global.