"Beli saat ketakutan" adalah strategi investasi yang didasarkan pada pembelian aset selama kepanikan, ketika harga turun karena kekhawatiran pasar umum, overbought, dan indeks "ketakutan" yang tinggi. Pada saat-saat seperti itu, aset sering kali dijual di bawah nilai sebenarnya, memberikan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan selanjutnya.

Indeks ketakutan dan keserakahan: Alat (misalnya, dalam cryptocurrency) yang menilai suasana hati investor dari 0 (ketakutan maksimum) hingga 100 (keserakahan maksimum).

Tindakan: Nilai yang mendekati 0 menandakan titik masuk yang berpotensi menguntungkan, karena sebagian besar orang menjual dengan panik.

Inti: Perilaku yang berlawanan — membeli ketika orang lain takut — membutuhkan disiplin dan penilaian terhadap faktor-faktor fundamental, bukan hanya emosi.

Strategi "beli saat ketakutan" membantu menghindari pembelian pada puncak (keserakahan) dan mengunci keuntungan dalam jangka panjang.