Langkah Produksi Chip yang Mengubah Permainan dari Xiaomi. 👨🏻💻
Dalam langkah berani menuju swasembada, Xiaomi, produsen ponsel pintar terkemuka di Tiongkok, merambah ke bidang manufaktur chip. Perusahaan ini bertujuan untuk mengembangkan prosesornya sendiri, menyelaraskan diri dengan kemitraan strategis dengan ARM untuk mencari solusi alternatif sebagai respons terhadap kenaikan biaya prosesor.
Masuknya Xiaomi ke dalam pengembangan chip mencerminkan tren yang berkembang di antara merek ponsel pintar Tiongkok yang mencari kemandirian. Berbeda dengan kebanyakan produk lainnya, usaha Xiaomi dalam menciptakan chipset kompetitif menjadikannya menonjol, terutama jika dibandingkan dengan tantangan Huawei di bidang ini.
Pada tahun 2022, Oppo memulai perjalanan serupa dengan ARM tetapi meninggalkan proyek tersebut pada tahun 2023 karena stagnasi pasar. Xiaomi, yang menyadari potensi manfaatnya, telah mengambil tindakan dan bertekad untuk menyukseskan produksi chip internalnya.
Kemitraan Xiaomi dengan ARM menandakan upaya kolaboratif untuk merancang dan memproduksi prosesor mereka sendiri. Memanfaatkan keahlian ARM dapat mempercepat masuknya Xiaomi ke pasar chipset, mengurangi ketergantungan pada pemain mapan seperti Qualcomm.
Dengan tujuan mengurangi biaya pembelian chipset, fokus Xiaomi adalah pada prosesor kelas atas seperti Snapdragon 8 Gen 2. Mengembangkan solusi internal dapat menghasilkan penghematan besar bagi merek yang menjual lebih dari 160 juta ponsel cerdas setiap tahunnya.
Memasuki pasar chipset dari awal mempunyai risiko tersendiri. Pemain mapan seperti MediaTek, Qualcomm, dan Samsung mendominasi, dan Xiaomi harus mengatasi tantangan teknologi dan pasar untuk menciptakan chipset yang dapat bersaing atau melampaui penawaran yang ada.
Pendekatan Xiaomi mungkin melibatkan perancangan chipset khusus atau memanfaatkan desain ARM yang sudah ada untuk mempercepat prosesnya. Keberhasilan usaha ini bergantung pada kemampuan Xiaomi dalam berinovasi dan menghadirkan produk yang kompetitif ke pasar.
