Harga Bitcoin telah melonjak di atas $52.000 baru-baru ini, dan terdapat indikasi bahwa pertumbuhan yang lebih besar mungkin akan terjadi. Perubahan suku bunga AS juga dapat berdampak pada nilai mata uang kripto.
BTC sedang mengalami tren peningkatan pesat akhir-akhir ini, dengan peningkatan bulanan lebih dari 25% dan mencapai lebih dari $52,500 untuk pertama kalinya dalam dua tahun. Berbagai metrik dan peristiwa mendatang menunjukkan bahwa momentum peningkatan ini dapat terus berlanjut.
Salah satu faktor utamanya adalah peningkatan arus keluar pertukaran Bitcoin, yang menunjukkan bahwa investor memilih metode hak asuh mandiri dibandingkan platform terpusat. Tren ini dianggap bullish karena mengurangi tekanan jual langsung.
Peristiwa halving yang akan datang pada bulan April merupakan katalis potensial lainnya untuk peningkatan lebih lanjut dalam harga BTC. Peristiwa ini akan memangkas inflasi aset yang telah diprogram sebelumnya menjadi setengahnya, yang secara historis telah menyebabkan kenaikan harga di masa mendatang karena penurunan BTC yang baru dibuat.
Selain itu, kemungkinan perubahan kebijakan antiinflasi Federal Reserve AS dapat menguntungkan harga mata uang kripto. Indikasi bank sentral tentang potensi penurunan suku bunga sepanjang tahun 2024 dapat memudahkan individu dan entitas untuk berinvestasi dalam aset yang lebih berisiko seperti mata uang kripto dengan mengamankan pendanaan eksternal.
Dengan adanya faktor-faktor ini, tampaknya panggung sudah siap untuk potensi meroketnya harga Bitcoin dalam waktu dekat.
