Harga emas melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa $4.640 per ons, pada Januari 2026, mencatat kenaikan fantastis 65% (YoY). Sementara itu, Bitcoin (BTC) terkonsolidasi di sekitar $95.242, menunjukkan performa yang tertinggal dibandingkan “rival” tradisionalnya.

Apa yang terjadi?

Tekanan pada Bitcoin

Bitcoin sedang menghadapi beberapa tantangan signifikan:

· Aliran keluar besar dari ETF spot BTC senilai $394,7 juta (16 Januari).

· Investor institusional dilaporkan mulai mengurangi alokasi Bitcoin dan beralih ke emas.

· Kekhawatiran utama datang dari ancaman komputasi kuantum terhadap keamanan kriptografi aset digital dalam jangka panjang.

Dukungan Teknis & Peluang

Meski sentimen tampak berat, indikator teknikal justru menunjukkan sinyal langka yang berpotensi menjadi titik balik:

· Bitcoin Bull Score anjlok ke level 20, menandakan pesimisme ekstrem yang secara historis sering mendahului pemulihan.

· Support kunci teridentifikasi kuat di kisaran $85.000 - $95.000.

· "Paus" atau investor besar tetap bullish dengan rasio long/short 3.85 dan harga rata-rata entry di $93.301.

Strategi Menghadapi Volatilitas

BTC saat ini menghadapi resistensi psikologis di zona $97.000 - $100.000. Penembusan berkelanjutan di atas $100.000 diperlukan untuk mengonfirmasi pembalikan tren bullish.

Untuk trader, strategi akumulasi di sekitar $93.000 dengan stop-loss di bawah $85.000 bisa menjadi opsi untuk mengelola risiko di tengah rotasi institusional ke emas.

Kesimpulan

Pasar sedang menyaksikan pertarungan menarik antara aset safe-haven tradisional (emas) dan aset digital generasi baru (Bitcoin). Ketidakpastian regulasi (seperti UU GENIUS AS) dan dinamika geopolitik menjadi pendorong utama pergerakan dana institusi.

Apakah ini akhir dari narasi "digital gold", atau hanya fase koreksi sebelum Bitcoin kembali menanjak?

#Bitcoin #emas #Investasi #Crypto2026 #TradingStrategy #Blockchain #fintech #PasarModal