Dalam dunia cryptocurrency yang bergerak cepat, persaingan antar protokol bisa berubah dalam hitungan jam. Baru-baru ini, sebuah pertarungan sengit terjadi di belakang layar onchain — dan hasilnya mungkin mengejutkan banyak orang.

Berdasarkan data dari Devillama yang dirilis pada 18 Januari, Meteora berhasil membukukan pendapatan sebesar $1,33 juta dalam kurun waktu 24 jam. Angka ini tidak hanya besar, tetapi juga berhasil mengungguli rivalnya, Pump.fun, yang mencatatkan pendapatan $1,16 juta dalam periode sama.

Yang lebih mencengangkan, dalam peringkat pendapatan protokol hari itu, Meteora hanya berada di belakang dua raksasa stablecoin: Tether ($16,45 juta) dan Circle ($6,6 juta). Artinya, Meteora berhasil menduduki posisi ketiga, melampaui banyak platform besar lainnya.

Apa Arti Dari Data Ini?

Perpindahan "smart money" di balik layar blockchain seringkali menjadi sinyal awal tren baru. Kenaikan pendapatan Meteora menunjukkan peningkatan aktivitas pengguna, kemungkinan didorong oleh fitur-fitur seperti liquidity pool dinamis, farming, atau mekanisme staking yang menarik.

Sementara Pump.fun yang selama ini dikenal dengan pendekatan yang lebih sederhana dan viral, kini harus berhadapan dengan protokol yang mulai menunjukkan taringnya di sektor DeFi yang padat.

Mengapa Ini Penting?

Bagi investor dan pengguna crypto, melacak pergerakan onchain seperti ini bukan sekadar angka. Ini adalah jejak digital dari kepercayaan dan adaptasi pasar.

Jika tren ini berlanjut, kita mungkin sedang menyaksikan pergeseran preferensi pasar dari platform "fun" menuju protokol dengan nilai ekonomi yang lebih dalam.

Tetap pantau pergerakan smart money. Siapa tahu, Anda bisa mendeteksi peluang berikutnya sebelum menjadi berita utama.

#CryptoNewsCommunity #defi #Meteora #pumpfun #SmartMoney #Blockchain #InvestasiCrypto #OnchainAnalytics #CryptoIndonesia #FintechTrends