Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen, baru-baru ini membuat pernyataan yang menghentak: Mahkamah Agung AS kemungkinan besar tidak akan membatalkan tarif perdagangan yang diterapkan selama era pemerintahan Donald Trump. Pernyataan yang disampaikan pada 18 Januari ini seperti mengukuhkan bahwa kebijakan ekonomi proteksionis itu akan tetap menjadi bagian dari lanskap perdagangan global dalam waktu dekat.

Apa Artinya Bagi Dunia?

Keputusan ini bukan sekadar urusan hukum dalam negeri AS. Tarif Trump, yang kerap menyasar produk dari Tiongkok dan beberapa negara sekutu, telah lama menjadi sumber ketegangan perdagangan global. Jika Mahkamah Agung memutuskan untuk membiarkannya tetap berlaku, ini bisa berarti:

· Stabilitas, tapi juga stagnasi bagi hubungan dagang antar negara.

· Biaya impor yang tetap tinggi yang pada akhirnya mungkin masih ditanggung konsumen.

· Sinyal kuat bahwa kebijakan "America First" masih memiliki pengaruh signifikan dalam politik ekonomi AS.

Mencari Peluang di Tengah Kebijakan yang Berat

Di tengah kebijakan makro yang seperti ini, para pelaku pasar, khususnya di dunia aset digital, semakin jeli mencari celah peluang. Platform seperti Lookonchain hadir dengan menjawab kebutuhan ini: mencari "smart money" onchain. Dengan menganalisis pergerakan dana para investor besar dan institusi di blockchain, trader dan investor bisa mendapatkan wawasan berharga untuk mengantisipasi gejolak pasar yang mungkin dipicu oleh berita-berita fundamental seperti ini.

Langkah kebijakan yang tampak "jalan di tempat" ini justru mengharuskan kita untuk lebih lincah dan informatif dalam bergerak. Karena di saat hukum tampak bungkam, pasar seringkali justru paling vokal.

#Lookonchain #SmartMoney #tariftrump #EkonomiGlobal #PerdaganganInternasional #MarketRebound #Blockchain #AnalisisOnChain #Investasi #PasarKripto